Raisi: Iran Siap Dukung Perdamaian dan Keamanan Dunia
Presiden Republik Islam Iran mengumumkan kesiapan Tehran untuk berpartisipasi dalam upaya memperluas perdamaian dan keamanan di dunia dan mencegah penindasan terhadap bangsa-bangsa.
Presiden Republik Islam Iran tiba di Bandara John F. Kennedy di New York hari Senin, memimpin delegasi politik tingkat tinggi untuk menghadiri pertemuan ke-78 Majelis Umum PBB.
Presiden Republik Islam Iran, Sayid Ebrahim Raisi dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres hari Senin (18/9/2023) mengapresiasi peran Sekjen PBB dan Sekretariat organisasi ini, dan menyampaikan keinginan Iran untuk mewujudkan keadilan, penghapusan diskriminasi dan kemiskinan, serta keamanan berkelanjutan, sebagaimana tercantum dalam tugas-tugas utama Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Raisi memandang pencegahan agresi dan hegemoni di tingkat global sebagai salah satu harapan masyarakat dunia terhadap PBB.
"Perang adalah sifat negara-negara besar dan sistem dominasi global. Oleh karena itu, diperlukan tindakan PBB untuk mencegah aksi yang mengganggu perdamaian dan stabilitas global," ujar Raisi.
Presiden Republik Islam Iran juga menyoroti kekhawatiran negara-negara dunia terhadap masa depan politik dan sosial Afghanistan, Yaman dan Suriah, serta separatisme di Afrika di bawah bayang-bayang otoritarianisme dan perebutan kekuasaan. Ia juga mengingatkan pentingnya peran PBB dalam mendukung pemerintahan Afghanistan demi mencegah penindasan terhadap rakyat di negara tersebut.
Presiden Raisi mengungkapkan bahwa keadilan gender dan perhatian terhadap hak-hak perempuan di Republik Islam Iran jarang terjadi di dunia dan menyebutkan kehadiran signifikan perempuan dan anak perempuan Iran di berbagai bidang ilmu pengetahuan, olahraga, sosial dan budaya sebagai contohnya.
Dalam pertemuan tersebut, Antonio Guterres juga menyampaikan ketertarikannya terhadap pengembangan kerja sama antara PBB dan Republik Islam Iran, serta menyambut baik perkembangan positif hubungan Iran dan Arab Saudi sebagai dua negara yang mempengaruhi stabilitas kawasan.
Selain mengapresiasi peran konstruktif Iran dalam perkembangan di Yaman, Sekretaris Jenderal PBB juga menekankan dukungan organisasi internasional ini terhadap inisiatif Iran untuk mengakhiri krisis di Yaman.(PH)