Rohani: Persatuan Syiah dan Sunni, Prinsip Utama Revolusi Iran
Presiden Iran menyebut persatuan Syiah dan Sunni sebagai prinsip utama pemikiran politik Revolusi Islam.
Kantor pusat penerangan presiden Iran melaporkan, Hassan Rohani dalam statemennya yang disampaikan di sidang Dewan Tinggi Revolusi Budaya, mengatakan, Friksi selama beberapa tahun terakhir yang berujung pembunuhan dan kekerasan yang mengatasnamakan Islam adalah rekayasa musuh sebagai bagian dari konspirasi Islamophobia.
Kepala Dewan Tinggi Revolusi Budaya dalam pertemuan tersebut menyinggung resolusi No.598 dan operasi Mersad, dalam perang dengan rezim Baath Irak di tahun 1980-1988, dan mengungkapkan, "Jarak sekitar satu bulan keputusan bernas Imam Khomeini menerima resolusi hingga berakhirnya perang dan gencatan senjata memiliki peran penting dalam Revolusi Islam, dan pemahaman yang benar terhadap masalah tersebut sangat penting saat ini,".
"Ketika Iran menerima resolusi, musuh [yaitu] Baath bersama antek-antek munafik dan pemimpi kemenangan, justru melanjutkan serangan. Tapi, berkat pengorbanan para pejuang di selatan dan operasi Mersad di barat, mereka mengalami kekalahan hingga tujuh kali. Musuh menerima tamparan keras menghadapi persatuan bangsa dan koordinasi antara angkatan bersenjata dengan pemimpin yang berwibawa," ujar presiden Iran.
Hassan Rohani menegaskan bahwa kemenangan mengakhiri perang delapan tahun diraih berkat pengorbanan para pahlawan.
"Doa dan keselamatan dipanjatkan bagi para veteran perang yang sakit, dan keluarga syuhada," pungkasnya.(PH)