Kemitraan Iran dan Rusia, untuk Terbebas dari Hegemoni Barat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i165012-kemitraan_iran_dan_rusia_untuk_terbebas_dari_hegemoni_barat
Dari Asia Tengah hingga Asia Barat, dari Teluk Persia hingga Laut Hitam, sepertinya memang nasib Iran dan Rusia, saling terikat.
(last modified 2026-08-10T17:11:34+00:00 )
May 08, 2024 07:32 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, dan Presiden Rusia Vladimir Putin
    Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Dari Asia Tengah hingga Asia Barat, dari Teluk Persia hingga Laut Hitam, sepertinya memang nasib Iran dan Rusia, saling terikat.

Iran dan Rusia, sudah semakin dekat dengan penandatanganan dan realisasi perjanjian komprehensif kerja sama luas yang dinamai "Perjanjian Komprehensif Kerja Sama 20 Tahun", dan sebagaimana dikatakan oleh pejabat kedua negara, finalisasi kesepakatan itu akan segera dilakukan.
 
Kedua kekuatan Eurasia, ini dalam beberapa dekade terakhir berhasil menemukan titik-titik persamaan terkait berbagai masalah vital, dan strategis dunia serta kawasan.
 
Kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin, ke Iran, pada tahun 2022, yang dilakukan setelah pecahnya perang Ukraina, adalah lawatan pertama dirinya ke negara yang bukan bekas Uni Soviet lama.
 
Kunjungan tersebut mengindikasikan bahwa Rusia, tidak lagi mencari mitra strategis di Barat, dan sekarang menginginkan seluruh sekutunya berasal dari kekuatan-kekuatan regional semacam Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan kekuatan transregional seperti Cina.
 
Sehubungan dengan masalah ini, sepertinya hubungan Rusia dan Iran, akan jauh melampaui hubungan sebelumnya.
 
Iran dan Rusia, berusaha meraih tujuan-tujuan strategis seperti kemajuan di bidang nuklir damai, program pengembangan senjata konvensional semacam rudal, drone, dan jet tempur, mengirim satelit ke luar angkasa, dan menjalin kerja sama-kerja sama strategis di bidang perdagangan semisal membangun jalur transporasi, dan secara umum melawan Barat, dan ideologi-ideologinya sekuat tenaga.
 
Letak geopolitik Iran, di kawasan, dan wilayahnya yang terhubung dengan Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Kaspia, selalu menjadi sesuatu yang dianggap lebih menarik bagi Rusia, dari sisi letak geografis.
 
Di sisi lain, nilai transaksi perdagangan India dan Rusia, telah mencapai di atas 50 miliar dolar Amerika, dan dua negara bermaksud meningkatkannya menjadi 400 miliar dolar.
 
Akan tetapi transportasi barang, dan energi antara India dan Rusia, membutuhkan jalur yang aman, dan sepertinya baik India, maupun Rusia, menganggap Iran, sebagai jalur yang aman untuk barang-barang, dan energinya.
 
Secara umum, dan karena memiliki posisi khusus, Iran, menjadi jalur penghubung pasar-pasar besar dunia. Kenyataannya, ketika Samudra Hindia, dengan Laut Hitam terhubung, hal itu menjadi sangat penting bagi Rusia, meski di luar kondisi sanksi, dan perang, dan masalah ini urgensitasnya bertambah dua kali lipat di masa sanksi dan perang.
 
Rusia, melalui jalur-jalur yang urat nadinya melewati Iran, dapat keluar dari jalan buntu relatif, dan membuka akses untuk mencapai perairan-perairan hangat yang sibuk, bagi dirinya sendiri.
 
Sepertinya kerja sama-kerja sama keamanan-militer Tehran-Moskow, telah berubah menjadi tantangan baru bagi AS, dan sekutu-sekutunya, dan dalam beberapa tahun terakhir Washington, berusaha merusak kerja sama dua negara itu.
 
Seiring dengan dimulainya perang Ukraina, Barat, ketakutan dengan semakin meningkatnya kerja sama Iran dan Rusia. Tehran berulangkali mengumumkan tidak terlibat dalam serangan Rusia, ke Ukraina, dan meski menjalin kerja sama militer-keamanan dengan Moskow, tapi tidak ikut campur dalam perang di Ukraina, dan secara serius menginginkan diakhirinya perang.
 
Emil Avdaliani, salah seorang analis masalah Rusia, di Pusat Riset Kebijakan Eropa, menilai kesepakatan Iran dan Rusia, yang memusatkan perhatian pada perdagangan bebas di tengah situasi saat ini, sangat penting bagi dua negara.
 
Pasalnya, hal itu disinyalir dapat meningkatkan hubungan Iran dan Rusia, sebagai dua kekuatan Eurasia, dan sedang berusaha menciptakan perubahan bentuk sistem global yang sekarang dipimpin Barat. (HS)