Bertemu PM Armenia, Imam Khamenei Kecam Penghinaan atas Nabi Isa as
Jul 31, 2024 08:05 Asia/Jakarta
-
PM Armenia Nikol Pashinya, dan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Khamenei
Parstoday – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, atau Rahbar, dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Armenia, menilai kebijakan tegas dan stabil Iran, adalah memperluas hubungan dengan negara-negara tetangga khususnya Armenia.
Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (30/7/2024) dalam pertemuan dengan PM Armenia Nikol Pashinyan, mengatakan, "Kami sangat meyakini perluasan hubungan dengan Armenia, dan kerja sama dua negara berasaskan kepentingan-kepentingan yang jelas, tanpa terlalu memperhatikan kebijakan-kebijakan pihak lain, akan berlanjut semakin kuat."
Imam Khamenei, dalam pertemuan dengan PM Armenia, di acara pelantikan Masoud Pezeshkian, Presiden baru Iran, dan sebelumnya dalam acara pemakaman Syahid Ebrahim Raisi, menekankan upaya menjaga integritas teritorial Armenia. Ia mengatakan,
Republik Islam Iran, menilai koridor Zangezur, merugikan Armenia, dan tetap mempertahankan sikap tersebut.
Ayatullah Khamenei, menegaskan bahwa pihak asing tidak boleh menciptakan pembatasan-pembatasan pada hubungan setiap negara dengan tetangganya. Ia menambahkan,
Apa yang dapat menjaga keamanan dan kepentingan negara-negara adalah bersandar pada diri sendiri dan pihak-pihak terdekat, dan langkah beberapa pihak yang datang dari tempat jauh, serta mencampuri urusan negara lain, akan merugikan.
Imam Khamenei, juga menyinggung hubungan baik Iran, dengan Armenia. Ia menjelaskan,
Warga keturunan Armenia, di Iran, di masa agresi militer Irak ke Iran, memberikan sumbangsih yang banyak, dan saya secara pribadi sampai sekarang telah berkunjung ke sejumlah banyak rumah warga keturunan Armenia.
Lebih lanjut, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menilai penghormatan terhadap Nabi Isa as, atau Yesus Kristus adalah sebuah masalah yang pasti bagi umat Islam. Ia menerangkan,
Penghinaan-penghinaan terhadap para pemuka agama Ilahi, termasuk Nabi Isa as, dari sudut pandang kami adalah sesuatu yang terkutuk.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Mohammad Reza Aref, Wakil Pertama Presiden Iran, PM Armenia, mengaku gembira hubungan dua negara mengalami perluasan, dan menilai pembicaraannya dengan Presiden Masoud Pezeshkian, konstruktik dan positif.
"Armenia, berulangkali mengumumkan tidak akan menerima koridor transregional apapun di dalam wilayah negara ini," ujarnya.
Nikol Pashinyan, menganggap hubungan Iran dan Armenia, strategis, dan mengaku gembira dengan perluasan hubungan dua negara serta keragamannya, dan menilai penting berlanjutnya hubungan ini. (HS)