Imam Khamenei: Hadapi Perang Psikologis Musuh secara Cerdas!
https://parstoday.ir/id/news/iran-i167224-imam_khamenei_hadapi_perang_psikologis_musuh_secara_cerdas!
Imam Khamenei menyebut tujuan perang psikologis musuh di bidang militer untuk menciptakan ketakutan serta kemunduran, dan berkata, "Berdasarkan penafsiran Al-Qur'an, kemunduran non-taktis di bidang apa pun, baik itu bidang militer atau politik, propaganda, dan bidang ekonomi akan membawa kepada murka Allah swt".
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Aug 15, 2024 11:31 Asia/Jakarta
  • Imam Khamenei: Hadapi Perang Psikologis Musuh secara Cerdas!

Imam Khamenei menyebut tujuan perang psikologis musuh di bidang militer untuk menciptakan ketakutan serta kemunduran, dan berkata, "Berdasarkan penafsiran Al-Qur'an, kemunduran non-taktis di bidang apa pun, baik itu bidang militer atau politik, propaganda, dan bidang ekonomi akan membawa kepada murka Allah swt".

Tehran, Parstoday- Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan pengurus Kongres Nasional Syuhada provinsi Kohgiluyeh dan Buyer Ahmad menyinggung taktik para pembenci Iran dalam menciptakan perang psikologis dan ketakutan untuk memaksa bangsa Iran bangsa mundur di berbagai bidang.

"Syuhada melawan perang psikologis ini dengan pengorbanan dan perjuangan mereka serta menetralisirnya," ujar Rahbar. 

Imam Khamenei menambahkan bahwa kebenaran ini harus ditonjolkan dan dijaga tetap hidup dalam memperingati perjuangan syuhada.

Dalam pertemuan ini, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut salah satu fondasi utama perang psikologis terhadap bangsa Iran Islam adalah membesar-besarkan kemampuan musuh, dan mengatakan, "Sejak awal kemenangan revolusi, mereka mengerahkan segenap cara untuk mendorong supaya bangsa kita dengan cara yang berbeda takut terhadap Amerika, Inggris dan Zionis,".

Rahbar memandang seni besar Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran adalah menghilangkan rasa takut dari hati bangsa dan memberi mereka kepercayaan diri, dan menambahkan, "Bangsa kita merasakan bahwa dengan mengandalkan tenaga dan kekuatan spiritual mampu melakukan hal-hal besar dan tangan musuh tidak semaksimal yang mereka sangka,".

Pemimpin Revolusi Islam menyebut tujuan perang psikologis musuh di bidang militer untuk menciptakan ketakutan dan kemunduran, dan berkata, "Berdasarkan Al-Qur'an, kemunduran non-taktis di bidang apa pun, baik bidang militer atau politik, propaganda dan bidang ekonomi, membawa murka Allah swt,".

Ayatullah Khamenei menganggap perasaan lemah dan terisolasi serta tunduk pada tuntutan musuh sebagai dampak dari perluasan kekuasaannya di arena politik, dan menambahkan, "Pemerintah saat ini, baik negara-negara besar maupun kecil, tunduk pada tuntutan negara-negara arogan global. Tapi, jika mereka mengandalkan bangsanya dan kemampuan serta kenyataan, akan mengetahui bahwa kekuatan musuh jauh dari perkiraan, tidak akan bertekuk lutut terhadap tuntutan mereka dengan berkata ya,".

Imam Khamenei menyebut perasaan inferior, terpesona pada budaya musuh dan meremehkan budaya sendiri sebagai akibat dari sikap membesar-besarkan kemampuan musuh dalam bidang kebudayaan, dan mengatakan, "Akibat dari sikap inferior tersebut adalah menerima gaya hidup pihak lain bahkan menggunakan kata-kata asing dan ekspresinya,".

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyebut syuhada dan mujahidin sebagai elemen yang menentang perang psikologis musuh, dan menambahkan,"Kita harus menghargai pemuda yang menentang perang psikologis tanpa merasa takut atau terpengaruh oleh perkataan orang lain, dan fakta ini harus tercermin dalam karya dan produksi serta karya seni dan tetap hidup,".

Ayatullah Khamenei menekankan urgensi produksi karya budaya dan seni tentang syuhada dan pertahanan suci, termasuk buku dan film, sehingga menciptakan efek yang bertahan lama, terutama dalam gaya hidup penonton dan generasi muda. 

Beliau memuji penyelenggara kongres ini, dan berkata,"Keyahidan dan pengorbanan para pemuda suatu bangsa merupakan sebuah kekuatan cadangan dan dukungan besar bagi kemajuan negara, yang harus dilestarikan dan tidak boleh diselewengkan atau dilupakan,".(PH)