Jejak Kelam Inggris dan AS dalam Kudeta 71 Tahun Silam di Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i167280-jejak_kelam_inggris_dan_as_dalam_kudeta_71_tahun_silam_di_iran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan pada peringatan kudeta 28 Mordad yang melibatkan peran Amerika Serikat dan Inggris dalam kudeta terhadap pemerintahan terpilih rakyat Iran, jejak kelam kedua negara Barat tidak akan pernah terlupakan oleh rakyat Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 18, 2024 14:02 Asia/Jakarta
  • Jejak Kelam Inggris dan AS dalam Kudeta 71 Tahun Silam di Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menyatakan pada peringatan kudeta 28 Mordad yang melibatkan peran Amerika Serikat dan Inggris dalam kudeta terhadap pemerintahan terpilih rakyat Iran, jejak kelam kedua negara Barat tidak akan pernah terlupakan oleh rakyat Iran.

Tehran, Parstoday-Nasser Kanani Chafi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran di akun jejaring sosial X pada peringatan kudeta 28 Mordad 1332 Hs, menulis, "Perbudakan, kolonialisme, kudeta, dan intervensi militer di negara lain hanyalah sebagian dari sejarah kelam dan memalukan dari intervensi Amerika dan Inggris di dunia". 

"Noktah hitam dalam menggulingkan pemerintahan terpilih Dr. Mossadegh di Iran melalui kudeta 28 Mordad 1332 Hs dan dukungan politik, keamanan dan militer terhadap rezim tirani akan selamanya tetap ada di dahi rezim Amerika dan Inggris," tegas Kanani

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran lebih lanjut menyatakan:

Dua negara yang sama dengan rekam jejak yang buruk saat ini mendukung rezim Israel yang palsu dan rasis serta genosida di Gaza, dan pada saat yang sama mereka menganggap dirinya sebagai pembawa bendera hak asasi manusia dan demokrasi.

Hari Minggu, sidang pertama kasus kudeta 28 Mordad diadakan di pengadilan urusan internasional ke-55 provinsi Tehran setelah 71 tahun peristiwa ini berlalu.

Pengadilan Kudeta 28 Mordad 1332 atau gugatan warga Iran terhadap agen kudeta 28 Mordad, termasuk pemerintah AS, Departemen Luar Negeri AS, Badan Intelijen Pusat AS, Departemen Keuangan AS, Dewan Perwakilan Rakyat AS, dan Federal Reserve, dengan lebih dari 400.000 orang menggugat dipimpin oleh hakim Majid Hosseinzadeh..

Permohonan kasus ini meliputi13 alinea pokok yang merujuk pada kerugian akibat kudeta tersbeut.

Kerugian yang paling besar adalah tindakan Amerika Serikat dan Inggris yang menjarah minyak Iran dan tentunya dominasi tirani Pahlavi II selama 25 tahun atas bangsa Iran, yang tertuang dalam teks petisi.

Pada tanggal 28 Mordad 1332 H. (1953), sejumlah kekuatan militer rezim tirani yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Inggris, menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Mohammed Mossadegh, dan Mohammed Reza Pahlavi yang melarikan diri ke luar negeri, kembali naik takhta.

Seiring jatuhnya pemerintahan Mossadegh, kaki tangan pemerintahan kolonialis yang sempat terputus dalam waktu singkat berkuasa lagi di Iran.

Kudeta 28 Mordad merupakan bagian dari intervensi AS dan Inggris saat kemenangan gerakan nasionalisasi industri minyak di Iran.(PH)