Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Jelaskan soal ISIS & Masa Depan Israel
https://parstoday.ir/id/news/iran-i170212-sekretaris_dewan_tinggi_keamanan_nasional_iran_jelaskan_soal_isis_masa_depan_israel
Parstoday – Menurut Dr. Ahmadian, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Republik Islam, sejak era Hafez Assad, selau menyarankan dan mengupayakan supaya Suriah, mencapai konvergensi sosial dan kemasyarakatan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Des 22, 2024 09:07 Asia/Jakarta
  • Dr. Ali Akbar Ahmadian
    Dr. Ali Akbar Ahmadian

Parstoday – Menurut Dr. Ahmadian, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Republik Islam, sejak era Hafez Assad, selau menyarankan dan mengupayakan supaya Suriah, mencapai konvergensi sosial dan kemasyarakatan.

Seiring dengan jatuhnya pemerintahan Suriah, di tangan para pemberontak bersenjata, muncul banyak pertanyaan dan tuduhan. Musuh-musuh poros perlawanan yang sejak beberapa tahun lalu secara kontinu dan serius, melancarkan perang media dan psikologis, terkait kehadiran Iran di Suriah, merasa mendapat kesempatan lain untuk masuk ke fase baru perang psikologis dan media.
 
Musuh-musuh poros perlawanan melemparkan berbagai jenis tuduhan dan kebohongan baik kecil maupun besar, secara luas terkait poros perlawanan, kehadiran Iran, di Suriah, alasan jatuhnya pemerintahan Bashar Assad, dan tema-tema sejenis.
 
Berikut ini kutipan wawancara wartawan situs berita Khamenei.ir dengan Dr. Ali Akbar Ahamadian, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, seputar detail kehadiran para penasihat militer Iran, di Suriah, penurunan kehadiran Iran, di Suriah pasca-ISIS, dan sikap Iran, terhadap para pemberontak yang berkuasa di Suriah.
 
Apa landasan teori dari pandangan Republik Islam Iran, institusi-institusi keamanan negara, dan tentunya Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran terhadap konsep keamanan nasional?
 
Dalam pandangan kami, rakyat adalah pilar keamanan nasional. Revolusi Islam, meraih kemenangan bersama rakyat, berdiri bersama rakyat, dan bertahan bersama rakyat. Seluruh teori seputar keamanan nasional berada di bawah pilar rakyat. Rakyat yang saya maksud yaitu semua rakyat Iran, karena semua rakyat melakukan revolusi.
 
Pandangan ini berakar dari teori dan sikap praktis Pemimpin Revolusi. Dua atau tiga tahun lalu, beliau berkata Republik Islam tanpa rakyat tidak bermakna, dan tanpa rakyat, ia sirna. Menurut beliau, demokrasi religius, artinya berdasarkan Islam, rakyat adalah pemimpin masyarakat, dan pengelola urusan-urusannya.
 
Terkait Suriah, masalahnya adalah bukan kita yang menaikkan pemerintah Suriah, pemerintahan keluarga Assad, sudah ada sebelum kita, berkuasa secara kuat, dan karena titik kesamaan yang besar dan terpuji untuk tidak berdamai dengan Rezim Zionis, dan melawan Amerika Serikat, dan Israel, maka kami menjalin interaksi serta saling mendukung.
 
Dalam satu dekade terakhir seiring dengan pertumbuhan cepat kelompok-kelompok teroris di kawasan, Republik Islam Iran, juga dalam rangka melancarkan operasi-operasi militer anti-teroris, berpatisipasi langsung secara militer atau penasihat militer di luar negeri. Kehadiran militer dan penasihat Iran, pasti sesuai prinsip serta aturan khusus. Apa aturan yang dimaksud?
 
Prinsip pertama, perlindungan tegas atas negara, rakyat, dan kepentingan-kepentingan nasional dari pihak asing.
 
Prinsip kedua, tidak pernah memulai serangan atau agresi ke negara lain.
 
Prinsip ketiga, tidak mencampuri urusan negara lain. Revolusi Islam dengan seluruh slogan idealisnya, dan terkadang memiliki dimensi global, tidak pernah mencampuri urusan negara lain atas dasar cita-cita atau bahkan kepentingan nasional. Kecuali karena tiga alasan,
 
Pertama, pemerintah sah negara bersangkutan meminta secara resmi kepada Iran. Baik di Suriah, maupun Irak, kami hadir di sana atas permintaan resmi pemerintah berkuasa kedua negara itu.
 
Kedua, tidak melakukan konfrontrasi dengan masyarakat. Misalnya siapa pun yang hari ini mengundang kami ke sana untuk membantunya, kami tidak akan berkonfrontasi dengan masyarakat negara itu, tentu saja kami tidak akan melakukannya, dan ini adalah sebuah prinsip yang diperhatikan serius.
 
Ketiga, keberadaan kepentingan atau cita-cita yang pasti. Kami harus memiliki sebuah kepentingan nasional yang pasti atau sebuah cita-cita yang pasti, misalnya membela kaum tertindas yang merupakan cita-cita dan prinsip kami. Jika sebuah bangsa ditindas, dan di sampingnya terdapat dua syarat lain yang sudah saya sampaikan, maka tidak ada alasan untuk tidak terjun, karena kewajiban agama dan kemanusiaan berada di pundak kami.
 
Hubungan militer dan keamanan Iran dengan Suriah, tidak terbatas pada satu dekade terakhir. Apa falsafah hubungan ini, dan apa alasan kehadiran Iran, di Suriah, lalu apa sebab menurunnya kehadiran militer?
 
Pemerintahan berkuasa di Suriah sama seperti pemerintahan-pemerintahan Arab lainnya di kawasan. Sisi positif keluarga Assad adalah benar-benar tidak pernah tunduk pada tekanan-tekanan internasional, regional, tekanan dari kawan, kenalan, dan musuh dalam masalah perlawanan atas Israel, dan melindungi hak rakyat Palestina.
 
Jika sedikit saja mereka tunduk, maka Suriah pasti tidak berhadapan dengan satu pun dari peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi, maka dari itu semua yang sudah terjadi jawabannya adalah perlawanan. Tapi selain anti-Zionis, pemerintahan Suriah, memiliki perilaku tidak bagus di sebagian sistem yang ada di pemerintahan Suriah terhadap rakyat, dan semua ini telah menciptakan jurang antara pemerintah dan sebagian rakyat Suriah.
 
Republik Islam Iran, sejak awal, sejak era kepemimpinan Hafez Assad, terus menerus memberikan saran, dan melakukan upaya agar Suriah, bergerak menuju konvergensi sosial dan kemasyarakatan.
 
Setelah itu sebuah fenomena ketiga terjadi di sana, dan itu adalah kemunculan ISIS, fitnah ISIS. Kami harus benar-benar membedakan sikap Republik Islam Iran, di masa ISIS, dengan masa-masa sebelumnya. Ya, kami berperang sengit melawan ISIS, sebagaimana kami berperang sengit dengan ISIS dan Irak dan Suriah.
 
Dinas-dinas keamanan kami secara kontinu menangkapi tim-tim teroris yang dikirim dari luar negeri, dan sebuah perang permanen serta rahasia sedang berlangsung. Terkadang misalnya 20 kelompok dari mereka ditangkap.
 
Terkait kelompok-kelompok pemberontak selain ISIS, yang terlibat dalam kasus-kasus di Aleppo, Damaskus, Ghouta Timur dan Barat, Daraa, dan Suwaida di selatan, Republik Islam Iran, berusaha menjadi penengah mereka dengan pemerintah. Tapi jika diserang pasti kami membalas.
 
Kami sama sekali tidak bermaksud menumpas habis mereka seperti ISIS. Bahkan ketika pemberontak itu terkepung, dan akan dilucuti, kami yang menjaga keamanan mereka.
 
Setelah itu, di seluruh kesepakatan politik, kami mendukung masalah ini bahwa mereka ditempatkan di satu tempat khusus, di tempat itu dilakukan deeskalasi, dan tidak ada seorang pun yang berhubungan dengan mereka.
 
Banyak analisa yang mengatakan terdapat berbagai kelompok di barat laut Suriah, dan sebelum serangan terbaru, mereka melakukan sejumlah manuver. Apakah Iran, tidak memberikan informasi terkait maneuver-manuver ini?
 
Pergerakan-pergerakan ini sudah diberitahukan berulangkali kepada pemerintah Suriah, mereka sendiri punya kekuatan intelijen yang tidak buruk, mereka sendiri tahu. Tapi ada dua poin dalam masalah ini. Pertama, para politisi dan Angkatan Bersenjata Suriah tidak meyakini bahwa mereka mampu melakukan gerakan besar. Kedua, mereka bertumpu pada Angkatan Bersenjata, dan aparat keamanan.
 
Poin penting lainnya adalah setelah kejatuhan ISIS, kami menarik kekuatan kami atas permintaan pemerintah Suriah sendiri, dan kami tidak hadir secara operasional di sana.
 
Beberapa media musuh berusaha meyakinkan pemirsanya bahwa kehadiran dan biaya Iran, di Suriah di masa lalu tidak ada manfaatnya. Apa komentar Anda?
 
Kami sama sekali tidak menyesali seluruh biaya yang telah kami keluarkan. Tujuan memberantas ISIS, tercapai, dan merupakan prestasi besar yang telah menggagalkan total skenario AS, dan investasi sekian tahun negara itu. Kawan-kawan mungkin tidak tahu detailnya. Mereka benar-benar membentuk sebuah pasukan.
 
Mereka berjanji membentuk pemerintahan anti-Republik Islam, dan mereka mengira semuanya sudah selesai. Langkah Republik Islam telah menggagalkan rencana ini, dan prestasi ini cukup untuk seluruh biaya yang dikeluarkan.
 
Selain itu kami akhirnya berhasil memperkuat Palestina dan Hizbullah Lebanon, dan mempersenjatai penuh mereka sehingga mereka tidak tergantung lagi pada kami.
 
Terkait Gaza, Anda melihat bahwa di dalam terowongan-terowongan, para pejuang membuat roket dan rudal sendiri. Hizbullah yang memiliki wilayah lebih luas pasti punya kekuatan lebih besar, dan lebih lengkap persenjataannya. Hizbullah punya kekuatan politik, kekuatan budaya. Anda saksikan hari ini di tengah semua kerusakan ini, bagaimana sambutan di dalam Lebanon terhadap Hizbullah.
 
Rakyat yang telah menerima pukulan hebat dalam kehidupannya, sedemikian hangat menyambut Hizbullah. Rakyat yang telah menerima pukulan hebat dalam kehidupannya, semua kembali dengan membawa bendera Hizbullah. Ini semua adalah berkah, kedalaman strategi, dan budaya Revolusi Islam.
 
Tidak ada seorang pun yang bisa menghapus Hamas, Jihad Islam, dan Hizbullah, tidak ada seorang pun yang mampu menghapus Ansarullah. Mereka telah berubah menjadi poros sandaran rakyat. Rakyat yang sadar, dan memiliki ilmu pengetahuan serta teknologi untuk menciptakan peralatan pertahanan sendiri.
 
Dalam situasi saat ini sepertinya dukungan atas perlawanan lebih sulit, betul?
 
Benar, lebih sulit. Di banyak kondisi, pekerjaan-pekerjaan kami menjadi lebih sulit, tapi di beberapa kondisi lain, lebih mudah, ini adalah hal yang lumrah, dari awal sampai sekarang seperti itu. Namun poin pertama adalah Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islam, hari ini tidak terlalu bergantung kepada bantuan langsung dan fisik dari kami.
 
Perhatikan, apakah selama ini kami menjalin hubungan langsung dengan Hamas di Gaza? Sama sekali tidak, sekutu-sekutu Israel, selalu mengendalikan situasi. Memangnya sekarang kami menjalin hubungan darat langsung dengan Yaman? Jalur lautnya juga diblokade. Tapi rakyat Yaman sendiri setiap hari memproduksi rudal-rudal dengan jarak tempuh 1.000 kilometer.
 
Ini juga merupakan berkah dan kebanggaan Republik Islam yang atas keyakinan pada Allah SWT, di manapun menginjakkan kaki, rakyat negara itu tumbuh, dan membawa mereka kepada kemuliaan dan kedewasaan, bukan seperti Firaun, menjadikan mereka tergantung dan lemah.
 
Realitasnya sekarang Israel, sudah putus asa, sampai sekarang dengan semua yang telah dilakukannya, mereka tidak aman, tidak punya legitimasi, konflik semakin lebar, dan dari sisi ekonomi mengalami kondisi yang buruk. Barat mengatakan anak-anak Gaza dan Lebanon, kelak akan menjadi Yahya Sinwar atau Sayid Hassan Nasrullah. Maka dari itu gerakan massal adalah gerakan kemenangan poros perlawanan dan Revolusi Islam, gerakan penguatan Revolusi Islam, dan gerakan pelemahan serta kehinaan Israel.
 
Dengan penafsiran-penafsiran yang Anda sampaikan ini berarti bahwa sandaran asli Republik Islam, dalam melawan Rezim Israel, adalah penguatan rakyat dan Dunia Islam, serta poros perlawanan, bukan semata-mata perlawanan bersenjata.
 
Benar, seperti itu, rakyat Palestina, harus memiliki kemampuan untuk membela diri sendiri. Israel, secara substansial punya potensi yang cukup untuk runtuh. Israel tidak punya potensi bertahan, karena ia palsu. Hari ini tidak ada yang tidak menolak Israel, tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak menganggap Israel, ilegal, dan mengonfirmasi kebenaran Palestina. Israel, telah kehilangan legitimasi dan akseptabilitas palsunya, dan realitas penjajahan, genosida, dan Apartheid rezim ini terungkap. Seperti inilah tren yang berlaku sekarang. (HS)