Araghchi: Bahasa Ancaman Tidak akan Efektif Diterapkan ke Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i171172-araghchi_bahasa_ancaman_tidak_akan_efektif_diterapkan_ke_iran
Parstoday – Menteri Luar Negeri Iran, menekankan bahwa segala bentuk serangan ke fasilitas nuklir negara ini, akan mendapatkan pembalasan yang mematikan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 29, 2025 17:37 Asia/Jakarta
  • Araghchi: Bahasa Ancaman Tidak akan Efektif Diterapkan ke Iran

Parstoday – Menteri Luar Negeri Iran, menekankan bahwa segala bentuk serangan ke fasilitas nuklir negara ini, akan mendapatkan pembalasan yang mematikan.

Sayid Abbas Araghchi, Selasa (28/1/2025) dalam wawancara dengan Sky News mengatakan, “Amerika Serikat dan Israel, gila jika menyerang fasilitas nuklir Iran, karena peristiwa ini akan menciptakan bencana buruk bagi kawasan Asia Barat.”
 
Berikut ini petikan wawancara Menlu Iran, dengan stasiun televisi Inggris, Sky News,
 
Sky News: Anda memegang jabatan ini di masa yang sangat penuh tantangan. Kawasan dalam kondisi kacau. Sejawat Anda di Gedung Putih adalah musuh Iran. Tapi Donald Trump, sekarang berbicara soal melanjutkan perundingan dengan Iran. Maka dari itu selain ancaman, ada juga peluang. Apakah Anda menganggap terbuka kemungkinan Iran, siap untuk berunding terkait bentuk kesepakatan dengan Donald Trump?
 
Araghchi: Pemerintah baru Iran akan berusaha agar kebijakan luar negerinya efektif, aktif, dan komprehensif serta berimbang. Hanya satu pengecualian yang Anda juga ketahui. Artinya kami siap berinteraksi dan berdiplomasi denagn seluruh dunia. Namun disayangkan, ketika saya memulai pekerjaan saya, kawasan berada di ambang sebuah perang total, dan tujuan asli saya mencegah terjadinya perang total di kawasan, dan semakin memburuknya ketegangan yang akan menyeret seluruh kawasan ke dalam bencana. Saya sudah mengunjungi hampir semua negara kawasan yang punya hubungan dengan Iran, bahkan ke Mesir dan Bahrain, yang tidak punya hubungan diplomatik dengan Tehran. Saya berusaha menciptakan sebuah kesepahaman dan satu suara di kawasan sehingga kita bisa mencegah eskalasi ketegangan, dan menurut saya itu berhasil.
 
Pada saat yang sama, saya berusaha membuka kesempatan dicapainya sebuah kesepakatan baru dalam program nuklir damai Iran. Kita sudah sepakat untuk melanjutkan perundingan, dan menemukan jalan baru untuk menyelesaikan kesalahpahaman, dan ketidakpercayaan dalam masalah program nuklir Iran, juga dalam proses kembali ke JCPOA atau minimal ke logika JCPOA, dan kita akan melihat bagaimana kita bisa menemukan jalan baru di masa yang sangat sulit ini. Tentu saja ini sebelum pemilu di AS. Setelah pemilu kami masih menunggu untuk melihat bagaimana dana pa strategi serta kebijakan pemerintah baru. Logika kesepakatan nuklir adalah membangun kepercayaan dalam program nuklir kami, dan sebagai gantinya, sanksi-sanksi dicabut. Akan tetapi AS harus menjadi bagian inti dari masalah itu, karena sebagian besar sanksi dijatuhkan oleh AS. Makanya apakah kami bisa kembali ke logika itu atau tidak, sampai sekarang kami masih menunggu jawaban dari pihak lawan. Tentu saja kami tidak akan menjawab bahasa-bahasa ancaman.
 
Ini adalah sebuah kenyataan, dan kami telah membuktikannya di masa lalu, tapi kami tetap menjawab dengan bahasa penghormatan. Maka dari itu kami siap mengulang pengalaman yang sama. Pada saat yang sama kami juga punya pengalaman-pengalaman yang lain. Ketika kami diancam, ketika kami disanksi, apa hasilnya? Kami sekarang mengalami kemajuan teknologi nuklir damai yang sangat pesat. Kami sekarang mengalami kemajuan pesat di bidang industri pertahanan, mengapa? Karena mereka menyanksi kami, dan kami terpaksa mengandalkan kemampuan diri kami sendiri, dan berdiri di atas kaki sendiri. Oleh karenanya sanksi-sanksi tidak efektif.
 
Sky News: Mari kita membahas masalah Israel. Karena saya pikir terdapat ancaman dari Israel. Kami mendengar Menlu Israel, mengatakan tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk menyerang Iran, karena negara ini berada pada posisinya yang paling lemah. Donald Trump, juga mengatakan jika tidak tercapai kesepakatan, ia siap mendukung Israel dalam masalah ini. Seberapa besar kekhawatiran Anda terkait kemungkinan ini?
 
Araghchi: Mereka tahu ini bukan ancaman nyata, karena mereka mengetahui kemampuan kami untuk membalas, dan kami sudah mengumumkan dengan terbuka bahwa segala bentuk serangan ke fasilitas nuklir kami, akan mendapatkan pembalasan yang mematikan. Menurut saya mereka tidak akan melakukan aksi gila semacam itu. Ini betul-betul gila, dan akan mengubah segala sesuatu di kawasan menjadi bencana besar. Saya bahkan tidak ingin berbicara soal ini, mengapa? Karena menurut saya ancaman ini tidak nyata.
 
Sky News: Masalah lainnya terkait Israel, Palestina, dan Gaza. Donald Trump, baru-baru ini mengatakan sebuah opsi dapat membersihkan Gaza. Trump memberikan saran kepada orang-orang Palestina, bahwa mereka harus dipindahkan ke tempat lain. Apakah ini sebuah garis merah bagi Iran, dan jika sampai terjadi, apa respons Iran?
 
Araghchi: Kita jangan lupa pada akhirnya orang-orang Israel, berkesimpulan harus berunding dengan Hamas. Mereka pergi ke Gaza untuk menumpas Hamas, tapi pada akhirnya terpaksa berunding dengan Hamas, untuk membebaskan tawanan. Maka dari itu saran saya adalah sesuatu yang lain. Daripada memindahkan paksa orang-orang Palestina, upayakan agar orang-orang Israel yang keluar. Bawa mereka ke Greenland, sehingga sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain itu masalah di Greenland juga akan terselesaikan, dan orang-orang Israel, hidup di sana.
 
Sky News: Apakah Anda berpikir bahwa Israel, punya hak untuk hidup di wilayah yang disebut sebagai tanah air mereka?
 
Araghchi: Setiap orang punya hak untuk hidup, tapi tidak ada seorang pun yang berhak menduduki tanah air orang lain. Tanah ini milik rakyat Palestina, dan mereka harus menentukan masa depan dan tanah airnya sendiri.
 
Sky News: Tahun lalu kita menyaksikan pelemahan signifikan Hizbullah. Kita menyaksikan kematian Hassan Nasrullah, sekutu dekat Iran. Begitu juga menyaksikan teror Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas, di kota ini (Tehran). Kita menyaksikan tersingkirnya sekutu Anda, Bashar Assad. Apakah bisa dikatakan bahwa strategi Anda tidak lagi bekerja?
 
Araghchi: Kita haru tahu bahwa perlawanan adalah sebuah aliran pemikiran dan sebuah cita-cita. Membunuh orang tidak akan melenyapkan cita-cita ini. Benar bahwa Hamas dan Hizbullah menderita kerugian besar, tapi mereka sedang bangkit. Hal yang penting adalah aliran pemikiran dan cita-cita ini tidak sirna.
 
Saya ingin memberikan sebuah contoh kepada Anda, Revolusi Prancis, adalah induk dari banyak aliran pemikiran dan cita-cita di Eropa dan Amerika, tapi lihatlah bagaimana kemudian ia berubah. Kita mengalami kembalinya Napoleon, kita juga mengalami kediktatoran, dan bentuk-bentuk lain pemerintahan, tapi cita-cita yang bersumber dari Revolusi Prancis, sampai sekarang masih ada di negara-negara Barat. Maka dari itu cita-cita ini nampak dalam berbagai macam bentuk, tapi ide asli masih tetap ada. Begitu juga terkait perlawanan, dan di arena internasional, fluktuasi semacam ini adalah hal yang biasa.
 
Perlawanan tahun lalu meraih banyak kemenangan. Kekalahan juga wajar tapi yang terpenting adalah bangkit, dan melanjutkan perjalanan. Rakyat melanjutkan dukungan atas Hamas dan Hizbullah, dan mereka kembali kepada kekuatan sebelumnya sehingga mampu melawan Israel seperti dahulu. Hamas dan Hizbullah, independen, dan mengambil keputusan secara mandiri. Kami selalu mendukung cita-cita mereka, dan akan terus mendukungnya. Masa depan tergantung pada keputusan mereka sendiri. Jika mereka menginginkan dukungan dari Iran, maka pasti mereka akan menerimanya. (HS)