Velayati: Kehadiran AS-Saudi di Suriah, Ilegal
Ketua Pusat Riset Strategis Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat dan Arab Saudi –tanpa persetujuan pemerintah Suriah– mencampuri urusan internal negara ini dan kehadiran mereka ilegal.
"Segala bentuk intervensi di Suriah harus didasarkan pada pandangan pemerintah legal Damaskus, sebab berlalunya waktu menunjukkan bahwa rakyat Suriah menyertai pemerintah mereka dan negara ini mampu bertahan selama lebih lima tahun dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris, "kata Ali Akbar Velayati kepada wartawan, Sabtu (13/8/2016) seperti dikutip FNA.
Ia menambahkan, pandangan pemerintah Iran terkait Suriah dan rakyat negara ini tidak berubah dan masih mendukung pemerintah sah Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Velayati lebih lanjut menyinggung kunjungan terbaru Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran ke Turki dan masa depan hubungan Iran, Rusia dan Turki.
"Republik Islam Iran adalah sahabat sejati pemerintah dan rakyat Turki. Meskipun terdapat sejumlah persoalan, namun Republik Islam Iran mendukung pemerintah sah Turki ketika terjadi kudeta gagal di negara ini, " jelasnya.
Di bagian lain pernyataannya, Ketua Pusat Riset Strategis Dewan Penentu Kebijakan Negara menuturkan, kunjungan Menlu Iran ke Turki tepat waktu dan pertemuan dengan Presiden dan Menlu Turki serta para pejabat Ankara lainnya merupakan pekerjaan bernilai. (RA)