Baghaei ke CNN: Perubahan Posisi Berulang AS Hambatan Utama Negosiasi Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191098-baghaei_ke_cnn_perubahan_posisi_berulang_as_hambatan_utama_negosiasi_iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam wawancara dengan CNN, menyatakan bahwa hambatan terbesar dalam negosiasi antara Tehran dan Washington adalah perubahan posisi yang terus-menerus dan pernyataan kontradiktif dari para pejabat AS.
(last modified 2026-06-08T05:39:02+00:00 )
Jun 08, 2026 12:37 Asia/Jakarta
  • Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
    Esmaeil Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam wawancara dengan CNN, menyatakan bahwa hambatan terbesar dalam negosiasi antara Tehran dan Washington adalah perubahan posisi yang terus-menerus dan pernyataan kontradiktif dari para pejabat AS.

Dilanir Pars Today, 7 Juni 2026, Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa pertukaran pesan melalui mediator Pakistan terus berlangsung, tetapi proses negosiasi sangat sulit karena perubahan posisi Washington yang sering terjadi.

Merujuk pada beberapa poin ketidaksepakatan, Baghaei menekankan bahwa masalah utamanya adalah AS harus mengakui hak-hak Iran, termasuk hak pengayaan nuklir damai dalam kerangka Traktat Nonproliferasi Nuklir (NPT).

Ia juga mengkritik sikap AS mengenai aset Iran yang diblokir, dengan mengatakan bahwa meskipun mereka membahas aset tersebut, mereka tidak bersedia memberikan konsesi apa pun di bidang ini.

Baghaei juga menuduh AS melanggar gencatan senjata, dan menambahkan bahwa pasukan AS, sejak gencatan senjata diberlakukan pada bulan April, telah menyerang kapal dagang Iran di Selat Hormuz dan perairan internasional.

Ia menggambarkan situasi kawasan sebagai "sangat rapuh dan berbahaya", dan menyalahkan pendekatan AS yang "sembrono" terhadap kawasan dan gencatan senjata.

Baghaei memperingatkan bahwa jika terjadi serangan, angkatan bersenjata Iran akan merespons dengan "seluruh kekuatan" mereka.

Pesan Baghaei kepada publik Amerika jelas: Iran menginginkan kesepakatan, tetapi tidak dengan cara mengorbankan hak-hak fundamentalnya. Hak pengayaan nuklir damai dan akses ke asetnya yang diblokir bukanlah konsesi; itu adalah hak yang dijamin oleh hukum internasional. Selama AS terus mengubah posisinya dan melanggar gencatan senjata, jalan menuju kesepakatan akan tetap terjal dan penuh ketidakpastian.(Sail)