Ghadir; Langkah Besar Iran dalam Mewujudkan Kemandirian Pembuatan Kapal Selam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191368-ghadir_langkah_besar_iran_dalam_mewujudkan_kemandirian_pembuatan_kapal_selam
Pars Today – Angkatan laut di seluruh dunia dianggap sebagai kekuatan utama dalam menjaga kepentingan suatu negara di perairan teritorial maupun di luar wilayahnya. Oleh karena itu, angkatan laut selalu merupakan kekuatan yang sangat bergantung pada peralatan modern dan teknologi canggih.
(last modified 2026-06-12T13:37:35+00:00 )
Jun 12, 2026 20:36 Asia/Jakarta
  • kapal selam Iran, Ghadir
    kapal selam Iran, Ghadir

Pars Today – Angkatan laut di seluruh dunia dianggap sebagai kekuatan utama dalam menjaga kepentingan suatu negara di perairan teritorial maupun di luar wilayahnya. Oleh karena itu, angkatan laut selalu merupakan kekuatan yang sangat bergantung pada peralatan modern dan teknologi canggih.

Menurut laporan Pars Today, Angkatan Laut Republik Islam Iran juga memerlukan berbagai perlengkapan dan persenjataan dalam negeri, termasuk berbagai jenis kapal selam, guna melaksanakan misinya dalam menjaga keamanan perairan Iran dan menjalankan operasi di luar wilayah nasional.
 
Kondisi geografis Teluk Persia yang dangkal, Selat Hormuz, dan perairan pesisir Iran membutuhkan kapal selam dengan desain khusus. Pada dasarnya, Teluk Persia sebagai kawasan perairan yang relatif kecil dan dangkal merupakan tantangan besar bagi sebagian besar kapal selam, bahkan bagi kapal selam diesel-listrik konvensional. Untuk peperangan bawah laut di kawasan ini, diperlukan kapal selam kecil dan ringan yang dapat dioperasikan dengan biaya rendah dan jumlah awak yang terbatas.
 
Dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut, kapal selam Nahang menjadi proyek pertama yang dikembangkan di Iran melalui kerja sama antara Kementerian Pertahanan dan berbagai universitas. Kapal selam ini kemudian digunakan secara eksperimental oleh Angkatan Laut Strategis Iran sebagai langkah awal dalam pengembangan teknologi kapal selam domestik.
 
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari desain dan pembangunan Nahang, kapal selam Ghadir kemudian diproduksi dengan mengacu pada desain asing dan secara bertahap mulai diproduksi massal untuk digunakan oleh Angkatan Laut Iran. Pada Desember 2018, mantan Kepala Organisasi Industri Kelautan Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Amir Rastgari, menyatakan bahwa lebih dari 90 persen komponen kapal selam Ghadir diproduksi di dalam negeri dan telah berada di jalur produksi selama 12 tahun.
 
Produksi kapal selam kelas Ghadir dimulai sekitar tahun 2006 dan unit terakhirnya diserahkan kepada Angkatan Laut Iran pada tahun 2018. Beberapa perkiraan menyebutkan bahwa sekitar 21 unit telah diproduksi dan masih aktif beroperasi. Pembuatan kapal selam Ghadir pertama memakan waktu empat tahun, sedangkan kapal selam Ghadir 955 dapat dirancang dan diproduksi hanya dalam waktu 18 bulan. Kapal selam ini menggunakan sekitar 75 teknologi dalam negeri yang berbeda.
 
Gambaran Umum
 
Kapal selam kelas Ghadir dianggap sebagai upaya serius dan sukses pertama Iran dalam membangun dan memproduksi kapal selam secara massal. Saat ini Iran dikenal sebagai salah satu negara produsen dan operator kapal selam ringan jenis midget submarine berkat pengembangan kapal selam Ghadir.
 
Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kemampuan baru telah ditambahkan ke armada Ghadir. Versi-versi terbaru dilengkapi dengan sistem deteksi yang lebih canggih serta kemampuan meluncurkan rudal jelajah anti-kapal.
 
Kapal selam Ghadir memiliki panjang sekitar 29 meter, lebar lambung sekitar 2,75 meter, dan bobot perpindahan 115 ton. Bobot maksimum mencapai 150 ton dengan awak antara 8 hingga 12 orang. Kecepatan maksimum sekitar 11 knot dan jangkauan operasional mencapai 1.000 kilometer.
 
Kapal selam ini mampu:
 
Meluncurkan torpedo dari dua tabung peluncur depan.
Menebar berbagai jenis ranjau laut.
Mengangkut pasukan komando khusus.
Membawa rudal panggul.
Mendukung operasi penyusupan penyelam tempur dari bawah air.
 
Selain itu, kapal selam ini dapat berdiam di dasar laut sehingga sulit dideteksi oleh sistem radar. Di bagian depannya terdapat dua tabung torpedo berdiameter 533 mm yang juga dapat digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah anti-kapal.
 
Fitur Utama
 
Dua keunggulan utama kapal selam Ghadir adalah persenjataan dan kemampuan penyergapannya.
 
Torpedo yang digunakan pada kapal selam ini diklaim memiliki daya hancur enam kali lebih besar daripada rudal jelajah dan mampu menenggelamkan kapal berbobot 1.000 ton dalam waktu kurang dari 10 detik. Torpedo tersebut dikenal dengan nama Valfajr dan juga diproduksi oleh Organisasi Industri Kelautan Angkatan Bersenjata Iran.
 
Periskop Ghadir disebut memiliki desain khusus, dan menurut laporan tersebut beberapa negara industri menunjukkan minat untuk membeli sistem periskop dan optiknya. Lambung kapal selam diproduksi dari baja paduan khusus yang dibuat di dalam negeri dan memiliki karakteristik teknis tertentu. Sistem peperangan elektroniknya juga disebut sangat maju.
 
Sistem propulsinya menggunakan motor BLDC (Brushless DC Motor) yang tidak menggunakan sikat karbon. Dibandingkan motor listrik biasa, motor ini berukuran lebih kecil namun menghasilkan efisiensi dan tenaga yang lebih besar. Selain itu, tingkat kebisingannya lebih rendah serta membutuhkan perawatan yang lebih sedikit, sehingga mengurangi biaya pemeliharaan dan perbaikan.
 
Menurut laporan tersebut, Iran merupakan negara pertama yang memasang motor jenis ini secara operasional pada kapal selam diesel-listriknya.
 
Karena ukurannya yang kecil, tingkat kebisingan yang rendah, dan kemungkinan deteksi yang minim, kapal selam Ghadir dapat beroperasi dekat pantai dan pelabuhan musuh maupun di perairan dangkal dan sempit. Kapal selam ini juga dapat membawa pasukan komando serta berbagai jenis senjata seperti torpedo dan ranjau laut.
 
Ghadir juga telah dilengkapi dengan rudal yang dapat diluncurkan dari bawah permukaan laut ke sasaran di permukaan. Kemampuan ini memungkinkan kapal selam menyerang target dari jarak yang lebih jauh tanpa mudah terdeteksi.
 
Selain itu, kapal selam ini dapat berdiam di dasar laut sambil menggunakan sonar untuk memantau lingkungan sekitarnya. Sistem manajemen tempurnya mampu mensimulasikan pergerakan kapal musuh berdasarkan kecepatan, arah, dan jalurnya, sehingga membantu menentukan posisi terbaik untuk meluncurkan torpedo atau rudal.
 
Latihan Militer "Zolfaghar 99" dan Peran Ghadir
 
Latihan militer Zolfaghar 99 yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Iran menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan baru kapal selam Ghadir.
 
Dalam latihan tersebut, kapal selam kelas Ghadir melalui proyek Jask-2 menjadi kapal selam ringan produksi massal pertama di dunia yang memiliki kemampuan operasional untuk meluncurkan rudal jelajah dari bawah air.
 
Proyek Jask-2 dianggap sebagai salah satu program rudal maritim paling strategis Iran karena memberikan kemampuan peluncuran rudal jelajah dari bawah air kepada armada kapal selamnya. Kemampuan seperti ini diklaim hanya dimiliki oleh kurang dari sepuluh negara di dunia.
 
Dalam sistem Jask-2, rudal ditempatkan dalam kapsul berbentuk torpedo dan diluncurkan melalui tabung standar berdiameter 533 mm. Setelah mendekati permukaan air, kapsul pelindung terlepas dan rudal melanjutkan penerbangannya menuju sasaran.
 
Proyek ini dikembangkan berdasarkan rudal jelajah anti-kapal Nasr-1. Rudal tersebut dipilih karena ukurannya yang relatif kecil sehingga dapat digunakan pada kapal selam kompak seperti Ghadir. Nasr-1 memiliki jangkauan sekitar 35 kilometer dan membawa hulu ledak seberat sekitar 150 kilogram.
 
Dengan demikian, rudal jelajah anti-kapal telah menjadi salah satu persenjataan standar keluarga kapal selam Ghadir. Menurut laporan tersebut, hal ini menjadikan Iran sebagai negara pertama dan hingga saat ini satu-satunya yang memiliki kapal selam ringan jenis midget submarine yang dilengkapi rudal jelajah anti-kapal yang dapat diluncurkan dari bawah permukaan laut. [ ]