Ketua MA Iran: "Pedang Angkatan Bersenjata Iran Memotong Tangan Agresor"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191426-ketua_ma_iran_pedang_angkatan_bersenjata_iran_memotong_tangan_agresor
Pars Today - Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran mengatakan, "Pedang angkatan bersenjata Iran memotong tangan para agresor."
(last modified 2026-06-13T10:05:11+00:00 )
Jun 13, 2026 16:56 Asia/Jakarta
  • Hujjatul-Islam Mohseni-Ejei, Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran
    Hujjatul-Islam Mohseni-Ejei, Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran

Pars Today - Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran mengatakan, "Pedang angkatan bersenjata Iran memotong tangan para agresor."

Melansir IRNA, 13 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Hujjatul-Islam Mohseni-Ejei, Ketua Mahkamah Agung Republik Islam Iran, pada hari Sabtu (13/6) menyambut peringatan tahunan Perang 12 Hari rezim Zionis dan Amerika terhadap Iran, menulis di media sosial:

"23 Khordad (13 Juni); peringatan pertama Perang Paksa Kedua. Tahun lalu pada saat seperti ini, akibat agresi biadab dan buas dari musuh Zionis dan keterlibatan Amerika yang kriminal, putra-putri terbaik negeri ini, mulai dari para komandan dan prajurit pemberani hingga para ilmuwan nuklir elit dan sejumlah warga Iran, gugur sebagai syahid. Kami memuliakan kenangan semua pahlawan yang berkorban untuk tanah air ini."

Hujatul-Islam Mohseni-Ejei menambahkan, "Dalam Perang Paksa Kedua, pedang tajam angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang, dengan pertolongan Allah, berhasil memenggal leher musuh dan memotong tangan para agresor. Pedang tajam ini masih terus berputar dan belum kembali ke sarungnya. Perjuangan dan pertempuran kita melawan front para penjahat dan kaum arogan tidak akan pernah berakhir, kecuali dengan tercabutnya akar kelaliman dan arogansi dari muka bumi."

Ketua MA Iran menyatakan, "Apa yang menyebabkan kesalahan perhitungan musuh adalah ketidakmampuan mereka memahami realitas kekuatan nasional Iran dan tekad bangsa Iran yang tidak tergoyahkan. Mereka mengira dapat menghentikan bangsa Iran dari jalur martabat dan kemerdekaan melalui tekanan dan ancaman. Namun sekali lagi terbukti bahwa bangsa Iran yang heroik, dalam momen-momen kritis sejarah, dengan bersandar pada iman, kesadaran, dan persatuan nasional, mengubah ancaman menjadi peluang untuk membangun kembali dan memperkuat keperkasaan mereka."

Pernyataan Ketua MA ini menarik perhatian karena biasanya aparat yudikatif tidak mengeluarkan deklarasi semacam ini. Namun di Iran, "Perang Paksa Kedua" telah menjadi momen nasional yang menyatukan seluruh institusi.

Bahasa yang digunakan oleh Mohseni-Ejei sangat berlawanan dengan gayanya sebagai pejabat yudikatif. "Pedang masih terus berputar dan belum kembali ke sarungnya" adalah metafora yang kuat, seolah-olah Iran sedang berada dalam status mobilisasi perang permanen, dan bahkan hakim tertinggi negarapun berbicara tentang "memenggal leher" dan "memotong tangan" musuh.(Sail)