Dari Kamp yang Pindah 2 Kali, Iran Datang dengan Mentalitas Baja
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191532-dari_kamp_yang_pindah_2_kali_iran_datang_dengan_mentalitas_baja
Pars Today - Pelatih kepala tim nasional sepak bola Iran mengatakan, "Saya sangat bahagia berada di sini dari negara Iran yang besar dan perkasa, dan berharap sepak bola menjadi sarana yang mendekatkan negara-negara dan budaya-budaya."
(last modified 2026-06-15T07:53:52+00:00 )
Jun 15, 2026 12:07 Asia/Jakarta
  • Amir Ghalenoei, pelatih kepala tim nasional sepak bola Iran
    Amir Ghalenoei, pelatih kepala tim nasional sepak bola Iran

Pars Today - Pelatih kepala tim nasional sepak bola Iran mengatakan, "Saya sangat bahagia berada di sini dari negara Iran yang besar dan perkasa, dan berharap sepak bola menjadi sarana yang mendekatkan negara-negara dan budaya-budaya."

Melansir IRNA, 15 Juni 2026, Tim Melli Sepak Bola Iran pada dini hari Selasa (16/6) dalam pertandingan pertama mereka di babak grup Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles akan menghadapi Selandia Baru.

Amir Ghalenoei, pelatih kepala tim nasional sepak bola Iran, pada dini hari Senin (15/6) dalam konferensi pers menjelang pertandingan ini menyatakan, "Saya sangat bahagia berada di sini dari negara Iran yang besar dan perkasa, dan berharap sepak bola menjadi sarana yang mendekatkan negara-negara dan budaya-budaya."

Ghalenoei mengatakan, "Kami berada di sini untuk bermain mewakili bangsa besar Iran. Kami hanya berpikir tentang sepak bola. Kami bukan politisi, dan sepak bola terpisah dari politik, tetapi seluruh bangsa besar Iran layak dihormati oleh kami."

Dalam jawaban atas pertanyaan tentang masalah perjalanan ke Amerika, ia menyatakan, "Karena masalah-masalah ini, kamp kami dipindahkan dua kali, tetapi saya ingin berterima kasih kepada rakyat dan pemerintah Meksiko. Kami orang Iran menciptakan peluang dari kesulitan. Kami tidak memikirkan apa pun selain membahagiakan rakyat negara kami."

Ghalenoei menegaskan, "Kami tahu banyak orang Iran berada di Los Angeles. Saya sendiri juga 2-3 kali bepergian ke kota ini. Harapan kami adalah mereka memberikan energi kepada kami, dan jauh dari masalah apa pun, mendukung dan mendoakan tim negara mereka."

Pelatih Iran ini mengatakan, "Dengan kondisi yang mereka ciptakan, mereka mengambil fokus teknis kami, tetapi sebagai penanggung jawab teknis tim, kami ingin membatasi pikiran para pemain hanya pada masalah-masalah teknis."

Terkait Selandia Baru, ia menyatakan, "Semua tim yang hadir di Piala Dunia adalah yang terbaik di wilayah mereka masing-masing, dan telah melewati tahap-tahap sulit untuk sampai ke sini. Selandia Baru juga tidak terkecuali. Kami telah menganalisis permainan mereka. Pertandingan pertama bisa menjadi kunci untuk lolos."

Pernyataan Ghalenoei ini adalah mahakarya diplomasi olahraga. Frasa "kami bukan politisi" adalah cara elegan untuk menghindari pertanyaan jebakan tentang geopolitik, sambil tetap menegaskan identitas nasional. Namun yang paling kuat adalah "kami orang Iran menciptakan peluang dari kesulitan". Ini bukan sekadar slogan, ini adalah filosofi hidup yang telah dipraktikkan oleh bangsa Iran selama ribuan tahun. Dari sanksi hingga perang, dari embargo hingga isolasi, Iran selalu menemukan cara untuk berubah. Dan ketika Ghalenoei berkata "mereka mengambil fokus teknis kami", ia sedang menyampaikan kritik tanpa menyebut nama, bahwa kondisi yang diciptakan oleh tuan rumah telah mengganggu persiapan tim. Namun alih-alih mengeluh, ia memilih untuk mengubah gangguan itu menjadi bahan bakar. Inilah yang membuat Iran berbahaya di Piala Dunia: mereka tidak datang dengan kondisi ideal, mereka datang dengan mentalitas baja.(Sail)