Ghalibaf: Tangan Kami Berada di atas Pelatuk
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191734-ghalibaf_tangan_kami_berada_di_atas_pelatuk
Pars Today - Ketua Parlemen Iran, dalam pesannya kepada Pemimpin Revolusi, dengan menyatakan bahwa ia memandang negosiasi sebagai jalur untuk menegakkan hak-hak bangsa, menulis: "Jaminan terwujudnya nota kesepahaman adalah kekuatan Republik Islam Iran, dan jika musuh bertindak serakah, ia akan menghadapi respons yang menghancurkan."
(last modified 2026-06-19T09:35:10+00:00 )
Jun 19, 2026 16:33 Asia/Jakarta
  • Ghalibaf, ketua Parlemen Iran
    Ghalibaf, ketua Parlemen Iran

Pars Today - Ketua Parlemen Iran, dalam pesannya kepada Pemimpin Revolusi, dengan menyatakan bahwa ia memandang negosiasi sebagai jalur untuk menegakkan hak-hak bangsa, menulis: "Jaminan terwujudnya nota kesepahaman adalah kekuatan Republik Islam Iran, dan jika musuh bertindak serakah, ia akan menghadapi respons yang menghancurkan."

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita IRIB, teks pesan Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, kepada Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam, adalah sebagai berikut:

 

"Dengan salam dan belasungkawa pada hari-hari syahidnya penghulu para syuhada (Imam Husain as)."

 

"Kami berterima kasih atas pesan yang membuka jalan dan bijaksana dari Yang Mulia. Pesan ini adalah peta jalan yang semakin memperjelas bahwa dengan finalisasi nota kesepahaman ini, kita baru saja sampai pada awal jalan yang sulit dan berliku di mana kita harus menegakkan hak-hak bangsa Iran dan perlawanan dari musuh yang ingkar janji. Pesan ini dan pernyataan harapan untuk terwujudnya syarat-syarat yang ditetapkan dalam nota kesepahaman, semakin memperkuat tangan kita untuk menindaklanjuti komitmen-komitmen AS."

 

"Kami menjadikan perintah Yang Mulia ini sebagai pedoman mata kami dan tidak akan mengizinkan pihak lawan, dengan ingkar janji dan pemaksaan, untuk merusak hak rakyat Iran dan front perlawanan."

 

"Berdasarkan ajaran mazhab Husaini dan perilaku Imam Syahid kami, saya percaya bahwa front ketauhidan tidak akan pernah dapat berdamai dengan front kebatilan, dan tugas kita semua adalah berdiri melawan front kebatilan, dan dalam jalur ini, kami memandang negosiasi sebagai salah satu medan perjuangan untuk bertahan."

 

"Jaminan kami untuk terwujudnya nota kesepahaman ini, bukanlah pasal-pasalnya, tetapi nyawa kami yang kami genggam di telapak tangan, dan kekuatan Republik Islam Iran, yang dipahami oleh musuh Amerika-Zionis dalam perang terbaru dengan jelas mengenai pukulan dan ketegasannya."

 

"Sebagaimana kami tunjukkan dalam proses negosiasi sebelumnya, kami adalah orang-orang yang bertahan untuk mewujudkan syarat-syarat dan garis merah yang ditetapkan serta memperoleh kepentingan bangsa Iran."

 

"Negosiasi bagi kami adalah jalur perjuangan untuk mengambil hak-hak rakyat Iran, dan dalam jalur ini, jika musuh mencari keserakahan, kami telah membuktikan bahwa tangan kami berada di atas pelatuk, dan kami tidak ragu untuk memberikan respons yang menghancurkan kepada musuh yang telah merasakannya dalam perang terbaru."

 

"Pada akhirnya, saya berterima kasih karena telah menjelaskan metode untuk melanjutkan jalan negosiasi yang berisiko dan kompleks ini, dan berharap pesan ini akan mempersatukan dan menyatukan semua elemen masyarakat melawan musuh untuk mewujudkan syarat-syarat yang disebutkan dalam kesepahaman." (MF)