Iran Umumkan Aturan Resmi Transit Selat Hormuz: Gratis untuk 60 Hari
-
Selat Hormuz
Pars Today - Lembaga Pengelola Perairan Teluk Persia menerbitkan panduan yang diperlukan bagi kapal-kapal yang melintas, sehubungan dengan nota kesepahaman Islamabad.
Melansir Pars Today dari Fars News, 19 Juni 2026, Lembaga Pengelola Perairan Teluk Persia dalam jejaring sosial X mengumumkan, "Sehubungan dengan penandatanganan nota kesepahaman Islamabad dan pemberitahuan perintah dari otoritas terkait, kepada para pemohon transit melalui Selat Hormuz diberitahukan bahwa dalam rentang waktu yang diumumkan, transit kapal-kapal yang mengajukan permohonan transit dengan mematuhi poin-poin yang diperlukan akan dilaksanakan."
Teks Pengumuman Resmi
"Sehubungan dengan penandatanganan nota kesepahaman Islamabad dan pemberitahuan perintah dari otoritas berwenang, kepada para pemohon transit melalui Selat Hormuz diberitahukan bahwa dalam rentang waktu yang diumumkan dalam nota kesepahaman, transit kapal-kapal yang mengajukan permohonan transit dengan mematuhi poin-poin berikut kepada Lembaga Pengelola Perairan Teluk Persia, akan dilaksanakan dengan cepat.
Alamat resmi pengajuan permohonan transit ke Lembaga Pengelola Perairan Teluk Persia: PGSA.ir
Email untuk tindak lanjut permohonan: [email protected]
Poin-Poin Penting:
1. Satu-satunya jalur resmi untuk memproses permohonan transit adalah situs web dan email tersebut di atas.
2. Jalur komunikasi yang valid dan dapat diakses dengan kapal harus disertakan dalam permohonan yang diajukan.
3. Untuk menghindari penundaan di pintu masuk atau keluar Selat Hormuz, wajib mengajukan permohonan transit minimal 48 jam sebelum tiba di kawasan selat, dengan mencantumkan informasi lengkap yang diperlukan.
4. Selama periode 60 hari, tidak ada biaya yang dipungut dari kapal, dan tarif layanan keamanan, keselamatan, dan lingkungan hidup, serta asuransi Iran terkait, akan ditanggung oleh Pemerintah Republik Islam Iran.
5. Sehubungan dengan kondisi khusus dan adanya beberapa risiko keselamatan di jalur transit, serta karena perlunya memastikan transit yang aman dan terlindungi serta mencegah insiden maritim, koordinasi rute dan waktu transit yang diumumkan untuk setiap kapal sebelum bergerak menuju selat adalah wajib; tanggung jawab atas ketidakpatuhan berada pada pemilik kapal."
Pengumuman ini adalah manifestasi konkret dari apa yang telah diumumkan dalam kesepakatan sebelumnya: Iran kini secara resmi mengontrol akses Selat Hormuz. Yang paling menarik adalah tiga hal: pertama, transit GRATIS selama 60 hari, ini adalah bentuk "goodwill" Iran kepada komunitas maritim global, sekaligus menunjukkan bahwa blokade sebelumnya bukan tentang "menutup selat", tetapi tentang "mengontrol akses". Kedua, adanya kewajiban koordinasi rute dan waktu, ini berarti Iran tidak hanya "mengizinkan" transit, tetapi secara aktif "mengatur" lalu lintas maritim di perairannya. Ketiga, biaya asuransi dan keamanan ditanggung Iran, ini adalah sinyal bahwa Iran menjamin keselamatan transit, sesuatu yang sebelumnya menjadi tanggung jawab armada militer AS di kawasan. Dengan kata lain: Iran sedang berkata, 'Kami bukan ancaman bagi pelayaran internasional, kami adalah pengelola yang bertanggung jawab.'(Sail)