Iran Akhiri 47 Tahun Ketergantungan, Kini Swasembada Minyak Trafo
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191772-iran_akhiri_47_tahun_ketergantungan_kini_swasembada_minyak_trafo
Pars Today - Direktur Utama Grup Industri Iran Transfo mengatakan bahwa Iran telah mencapai swasembada dalam produksi minyak trafo untuk transformator distribusi dan daya di provinsi Zanjān.
(last modified 2026-06-20T06:18:06+00:00 )
Jun 20, 2026 11:10 Asia/Jakarta
  • Minyak trafo produksi Iran
    Minyak trafo produksi Iran

Pars Today - Direktur Utama Grup Industri Iran Transfo mengatakan bahwa Iran telah mencapai swasembada dalam produksi minyak trafo untuk transformator distribusi dan daya di provinsi Zanjān.

Morteza Abdollahi dalam wawancaranya dengan wartawan IRNA, Jumat (19 Juni 2026), menambahkan bahwa sebelumnya transformator buatan dalam negeri masih menggunakan minyak dari mesin-mesin luar negeri. Namun setelah 47 tahun, Grup Industri Iran Transfo berhasil memproduksi produk ini secara mandiri.

Ia mengingatkan bahwa dengan diproduksinya produk ini, lebih dari 7.500 ton impor per tahun dapat dicegah, sehingga menghemat devisa sekitar 15 juta euro.

Abdollahi menyatakan bahwa jalur produksi minyak ini telah dioperasikan di Provinsi Zanjān beberapa tahun lalu. Setelah mendapat sertifikasi dari laboratorium dalam dan luar negeri, minyak produksi dalam negeri mulai diinjeksikan ke transformator distribusi dan diuji coba di bawah beban jaringan listrik.

Ia menegaskan bahwa dengan produksi transformator yang mengandung minyak lokal dan pemasangannya di jaringan listrik regional Zanjān, untuk pertama kalinya penggunaan minyak buatan dalam negeri di jaringan distribusi resmi diterapkan.

Abdollahi mengatakan bahwa Grup Industri Iran Transfo mampu memasok minyak transformator sebanyak dua kali lipat dari kebutuhan nasional.

Ia menambahkan bahwa produksi ini memenuhi kebutuhan dalam negeri dan membantu ketahanan negara serta penggunaan produk lokal di tengah kondisi saat ini.

Abdollahi mengingatkan bahwa Iran adalah produsen dan eksportir transformator terbesar di Asia Barat, dan dengan produksi minyak mesin ini, Iran kini mencapai swasembada penuh.

Pencapaian swasembada minyak transformator ini bukan sekadar kabar teknis. Ini adalah babak baru dalam strategi ketahanan industri Iran. Selama 47 tahun, Iran harus mengimpor komponen vital ini. Kini, dengan penghematan devisa 15 juta euro per tahun, Iran telah menutup salah satu celah kerentanannya.

Yang menarik, ini bukan hanya soal produksi untuk kebutuhan dalam negeri. Grup Iran Transfo yang berbasis di Zanjān, sebuah kota di barat laut Iran, telah menjadi salah satu pemain utama di kawasan. Mereka bukan hanya produsen, tetapi juga eksportir transformator ke negara-negara seperti Irak, Afganistan, Suriah, hingga Aljazair dan Ethiopia. Dengan swasembada minyak trafo, rantai nilai produk mereka kini lebih utuh dan kompetitif.(Sail)