"Kami Tidak Akan Bertarung dengan Zionis": Atlet Jujitsu Iran Mundur demi Solidaritas
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191868-kami_tidak_akan_bertarung_dengan_zionis_atlet_jujitsu_iran_mundur_demi_solidaritas
Pars Today - Sayid Ali Rasoulzadeh, atlet jujitsu tim nasional Republik Islam Iran, dalam ajang internasional jujitsu yang diselenggarakan di Turki, mengundurkan diri dari pertandingan melawan lawan Israel.
(last modified 2026-06-21T08:11:00+00:00 )
Jun 21, 2026 15:09 Asia/Jakarta
  • Sayid Ali Rasoulzadeh, atlet jujitsu tim nasional Republik Islam Iran
    Sayid Ali Rasoulzadeh, atlet jujitsu tim nasional Republik Islam Iran

Pars Today - Sayid Ali Rasoulzadeh, atlet jujitsu tim nasional Republik Islam Iran, dalam ajang internasional jujitsu yang diselenggarakan di Turki, mengundurkan diri dari pertandingan melawan lawan Israel.

Melansir IRNA, 21 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Sayid Ali Rasoulzadeh, dalam salah satu babak kompetisi ini, sesuai undian di kelas berat 85 kg seharusnya bertemu dengan wakil dari rezim Zionis. Atlet Iran ini, dengan keputusannya sendiri, menolak untuk bertanding dalam pertarungan ini dan kemudian bertanding di kelas berat di bawah 100 kg.

Kompetisi internasional jujitsu Turki diikuti oleh para atlet dari berbagai negara, dan Seyed Ali Rasoulzadeh berhasil meraih gelar juara di tim nasional Iran.

Solidaritas di Atas Medali: Tradisi Atlet Iran

Pengunduran diri Seyed Ali Rasoulzadeh dari pertandingan melawan atlet Israel bukanlah kejadian yang terisolasi. Ini adalah bagian dari tradisi panjang yang dilakukan oleh para atlet Iran di berbagai cabang olahraga.

Kasus Serupa: Hana Shabanpour (Tenis, Mei 2026)

Seperti yang dilaporkan oleh media internasional seperti SPORTbible dan Press TV, petenis junior Iran, Hana Shabanpour, juga menarik diri dari final turnamen J60 di Turki pada bulan Mei 2026. Ia menolak untuk bertanding melawan pasangan ganda yang terdiri dari pemain Rusia dan Israel. Alasannya: solidaritas dengan "anak-anak tertindas di Sekolah Minab dan para korban serangan AS-Israel".

Mengapa Ini Terjadi?

Kebijakan Iran secara resmi melarang atletnya untuk bertanding melawan wakil Israel sebagai bentuk protes politik terhadap kebijakan rezim Zionis. Namun, di luar kebijakan formal, ada juga faktor moral yang kuat: solidaritas dengan rakyat Palestina dan penolakan terhadap apa yang mereka anggap sebagai kejahatan perang.

Biaya Pengorbanan: Kehilangan Medali & Peluang

Dalam kasus Shabanpour, ia harus mengorbankan gelar juara yang sudah di depannya. Dalam kasus Rasoulzadeh, ia harus pindah ke kelas berat yang berbeda (dari 85 kg ke di bawah 100 kg), sebuah langkah yang tidak mudah secara fisik dan taktis. Namun, bagi para atlet ini, nilai-nilai yang mereka perjuangkan tampaknya lebih penting daripada sekadar medali.(Sail)