Pengantaran Abadi; Berakhirnya Epik Pemakaman Massal Pemimpin Syahid Revolusi di Qom
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192750-pengantaran_abadi_berakhirnya_epik_pemakaman_massal_pemimpin_syahid_revolusi_di_qom
Pars Today - Upacara megah pemakaman jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam, pada hari Selasa dengan kehadiran jutaan orang dari Masjid Suci Jamkaran hingga titik terdekat dengan Haram Suci Hazrat Masumah (sa) di Kota Qom, beberapa saat yang lalu berakhir.
(last modified 2026-07-07T13:58:37+00:00 )
Jul 07, 2026 20:55 Asia/Jakarta
  • Perpisahan Abadi
    Perpisahan Abadi

Pars Today - Upacara megah pemakaman jenazah Pemimpin Syahid Revolusi Islam, pada hari Selasa dengan kehadiran jutaan orang dari Masjid Suci Jamkaran hingga titik terdekat dengan Haram Suci Hazrat Masumah (sa) di Kota Qom, beberapa saat yang lalu berakhir.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, sejak dini hari Selasa (7/7), jalur sepanjang tujuh kilometer antara Masjid Suci Jamkaran dan Haram Suci Hazrat Masumah (sa) di Kota Qom, dari awal hingga akhir, dipadati oleh kerumunan massa yang berkumpul untuk pengantaran terakhir Pemimpin Syahid Revolusi.

 

Upacara pemakaman dimulai sekitar pukul 08.00 pagi, dan kendaraan pembawa jenazah suci Pemimpin Syahid Revolusi serta anggota keluarganya yang gugur sebagai syahid, perlahan-lahan dan dengan keteraturan yang patut dicontoh, bergerak di tengah lautan besar pelayat; sebuah pergerakan yang berulang kali diiringi oleh gelombang emosi rakyat, tangisan yang tak tertahankan, dan teriakan "Labbaik ya Khamenei" serta "Ini semua pasukan datang, karena cinta kepada Pemimpin."

 

Rakyat dari kota-kota dan desa-desa terjauh di Iran, bermalam-malam tiba di Qom. Beberapa dari mereka menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk hadir beberapa saat dalam pengantaran bersejarah ini; sebuah kehadiran yang bagi banyak orang merupakan penunaian kewajiban atas tahun-tahun kepemimpinan, perjuangan, dan keteguhan Pemimpin Syahid Revolusi Islam.

 

Di antara kerumunan, berbagai etnis Iran dengan pakaian adat mereka—dari Turk, Lur, Baloch, dan Kurdi, hingga Arab dan Turkmen—berdiri berdampingan. Para pelajar agama asing dari berbagai negara juga hadir dengan bendera nasional mereka. Kehadiran luas mereka menunjukkan bahwa kesedihan hari ini tidak terbatas pada perbatasan Iran, dan lembaga-lembaga pendidikan agama serta para pecinta Revolusi Islam di berbagai negara juga turut berduka atas musibah besar ini.

 

Salah satu pemandangan langka dalam upacara ini adalah kehadiran besar-besaran remaja dan pemuda dari generasi 1990-an, 2000-an, dan 2010-an (generasi 70, 80 dan 90 an kalender Iran). Generasi yang banyak di antaranya menghabiskan masa kecil mereka dengan mendengarkan pidato dan petunjuk Pemimpin Syahid, hari ini berdiri bahu-membahu dengan generasi pertama revolusi dalam upacara perpisahan, menampilkan gambaran tentang kelanjutan jalan dan cita-cita.

 

Sepanjang jalur, bendera-bendera merah " Ya la-Tharat al-Husain" menunjukkan kemarahan dan meneriakkan pesan tuntutan balas darah serta kelanjutan jalan para syuhada. Di tangan rakyat juga terlihat potret-potret Pemimpin Syahid Revolusi dan Yang Mulia Ayatullah Sayid Mojtaba Husaini Khamenei, yang menambah kemegahan dan spiritualitas upacara.

 

Kota Qom hari ini tidak hanya menjadi tuan rumah bagi sebuah upacara pemakaman; kota ini menjadi panggung manifestasi cinta, kesetiaan, dan solidaritas sebuah bangsa yang dengan kehadiran jutaan orangnya, menambah lembaran baru dalam buku epik-epik Revolusi Islam; sebuah pengantaran yang pasti akan selamanya abadi dalam ingatan sejarah Iran.

 

Jenazah Pemimpin Syahid Revolusi pada hari Senin juga ditasyi' di tengah kerumunan jutaan pelayat di Tehran. Jenazahnya pada hari Selasa, 7 Juli bertepatan dengan 16 Tir 1405, ditasyi' di Kota Suci Qom. Juga pada hari Rabu, 8 Juli bertepatan dengan 17 Tir 1405, akan ditasyi' di kota-kota Najaf dan Karbala, dan pada hari Kamis, 9 Juli bertepatan 18 Tir 1405, akan ditasyi' di kota suci Mashhad dan dimakamkan di Haram Agung Imam Ridha (as). (MF)