Pezeshkian: Rakyat Iran Bersatu dan Satu Suara Hadapi Konspirasi Musuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i194448-pezeshkian_rakyat_iran_bersatu_dan_satu_suara_hadapi_konspirasi_musuh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu dalam wawancara televisi dengan masyarakat Iran membahas perkembangan situasi terbaru serta berbagai tantangan yang dihadapi negaranya.
(last modified 2026-08-06T07:50:22+00:00 )
Aug 06, 2026 14:25 Asia/Jakarta
  • Pezeshkian: Rakyat Iran Bersatu dan Satu Suara Hadapi Konspirasi Musuh

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu dalam wawancara televisi dengan masyarakat Iran membahas perkembangan situasi terbaru serta berbagai tantangan yang dihadapi negaranya.

Pezeshkian mengatakan bahwa kebersamaan dan solidaritas luas rakyat Iran di berbagai bidang telah menjadi faktor utama yang menghalangi rencana musuh untuk mengganggu keamanan dan stabilitas Iran.

Ia merujuk pada dimulainya mekanisme snapback, perang selama 12 hari, serta kerusuhan pada 18 dan 19 Dey. Menurutnya, pihak-pihak yang memusuhi Iran dalam menyusun berbagai skenario berupaya mengambil alih Iran dengan cepat. Ia menambahkan bahwa setelah itu tekanan semakin meningkat dengan terjadinya "perang Ramadan" serta gugurnya pemimpin Revolusi Islam dan para komandan.

Namun, Pezeshkian menegaskan bahwa dalam kondisi seperti itu, apabila pemerintah dan rakyat berdiri bersama, tidak ada kekuatan yang mampu melumpuhkan Iran.

Presiden Iran menambahkan bahwa berbagai tekanan dan rencana yang disusun bertujuan membuat masyarakat tidak puas dan mendorong mereka melakukan aksi protes. Namun, menurutnya, rakyat Iran adalah masyarakat yang "mulia" dan tetap berdiri untuk Iran, negaranya, serta masa depannya.

Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian juga menyinggung isu hak asasi manusia dan pandangan internasional terhadap peristiwa-peristiwa perang. Ia mengatakan bahwa tindakan terhadap warga sipil dan anak-anak tidak memiliki pembenaran yang logis dan meninggalkan dampak negatif dalam opini publik dunia.

Ia juga menegaskan bahwa penargetan terhadap pusat-pusat ilmiah, para ilmuwan, serta tokoh-tokoh berpengaruh merupakan bagian dari tekanan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang memusuhi Iran.

Pezeshkian turut menyinggung peran dukungan Pemimpin Revolusi dalam mengelola berbagai ketegangan. Ia kemudian berbicara mengenai pengalamannya berinteraksi dengan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dengan mengatakan bahwa menurut pandangannya, kepribadian beliau dari sisi akhlak, logika, dan kerendahan hati merupakan sesuatu yang "istimewa".

Ia menambahkan bahwa pengalaman berdialog dengannya menunjukkan adanya sikap yang disertai keramahan, perhatian, dan perilaku yang baik. Menurut Pezeshkian, ia dapat menyampaikan seluruh hal yang ada dalam pikirannya secara terbuka dan kemudian menerima tanggapan yang didasarkan pada logika serta penghormatan.