Ketua MA Iran: Ketahanan Iran Diakui Dunia
Ketua Mahkamah Agung Iran, sekembalinya dari pertemuan para pimpinan lembaga peradilan negara-negara anggota BRICS di India, mengatakan bahwa ketahanan rakyat dan sistem Republik Islam Iran telah menjadi sesuatu yang dikenal luas di dunia.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip kantor berita IRIB, Hujatul Islam wal-Muslimin Gholam-Hossein Mohseni Ejei, sekembalinya dari perjalanan ke New Delhi pada Sabtu malam di Bandara Mehrabad mengatakan bahwa berdasarkan hasil yang dicapai dalam perjalanan tersebut, tema tahun ini BRICS menekankan keberlanjutan, kerja sama, dan ketahanan di berbagai bidang, khususnya bidang ekonomi. Republik Islam Iran merupakan perwujudan sepenuhnya dari gagasan dan konsep tersebut, dan ketahanan rakyat serta sistem Republik Islam Iran telah dikenal luas di dunia.
Ketua Mahkamah Agung Iran itu kemudian menjelaskan berbagai agenda selama dua hari kunjungannya ke India. Ia menegaskan bahwa dalam perjalanan tersebut, pihaknya dengan jelas menyadari betapa tinggi kedudukan dan penghormatan yang diberikan masyarakat dunia yang merdeka kepada mendiang Imam mereka yang gugur sebagai martir. Masyarakat dan para ulama India berbicara dengan penuh penghormatan dan penghargaan mengenai pemimpin revolusi yang gugur sebagai martir tersebut.
Terkait sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan bilateral dengan para pejabat tinggi negara-negara anggota BRICS, Kepala Kehakiman Iran mengatakan bahwa banyak pejabat tinggi negara-negara tersebut dalam pertemuan bilateral dengan delegasi Iran secara tegas menyatakan bahwa Republik Islam Iran telah mematahkan hegemoni Amerika Serikat dan bahwa mereka sebelumnya tidak percaya Iran memiliki tingkat kekuatan, kewibawaan, dan keteguhan seperti itu. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa pada hari-hari pertama agresi Amerika Serikat terhadap Iran, mereka merasa khawatir dan berpendapat bahwa Republik Islam Iran tidak akan mampu bertahan menghadapi serangan besar tersebut. Namun, mereka kemudian terkejut melihat keteguhan rakyat, para pejuang, dan para pejabat Iran.
Mohseni Ejei mengatakan bahwa dalam pertemuan bilateral dengan para pejabat tinggi negara-negara anggota BRICS, mereka menunjukkan keinginan untuk memperkuat kesepahaman di berbagai bidang, khususnya bidang peradilan dan hukum, dengan Republik Islam Iran, serta berupaya menyusun persyaratan teknis dan tahap-tahap awal yang diperlukan untuk mewujudkan kesepahaman tersebut.
Mohseni Ejei, terkait pertemuan dengan para ulama India dari berbagai agama dan mazhab serta pertemuan dengan para pengusaha Iran dan India, mengatakan bahwa berbagai pertemuan dan agenda yang digelar di sela-sela pertemuan para pimpinan lembaga peradilan BRICS tersebut sangat produktif dan bermanfaat.