Iran Reaksi Ketegangan Kapal Perangnya dengan Kapal Perang AS
Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Republik Islam Iran mengatakan, kapal-kapal perang Iran hingga sekarang tidak pernah melakukan satu pun pelanggaran disebabkan pelatihan dan pengetahuan tentang hukum internasional.
Mohsen Rezaei mengungkapkan hal itu pada Sabtu (10/9/2016) untuk mereaksi ketegangan terbaru antara kapal perang Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
"Kapal-kapal perang Republik Islam Iran –karena pelatihan yang memadai dan pengenalan terhadap hukum dan standar internasional– bertindak dalam kerangka peraturan maritim yang diterima oleh organisasi-organisasi pemerintah," ujarnya seperti dikutip ISNA.
Ia menegaskan bahwa Iran akan melindungi privasi dan zona perairan nasionalnya. Menurutnya, kesalahan yang terjadi hingga sekarang dilakukan oleh AS, sebab mereka tidak memiliki pelatihan yang memadai untuk hadir di Teluk Persia.
Rezaei menjelaskan, terjadi pelanggaran di Teluk Persia karena kompleksitas dari zona udara dan laut di kawasan ini, oleh sebab itu pemerintah AS harus memberikan pelatihan lebih kepada militernya terkait hal ini agar mereka bisa menjaga standar-standar internasional.
Sekretaris Dewan Penentu Kebijakan Negara Iran lebih lanjut menyinggung rencana perdamaian yang disepakati Rusia dan AS untuk mengakhiri krisis Suriah.
"Setiap usulan perdamaian yang tidak diterima oleh pemerintah dan rakyat Suriah maka tidak dapat diterima, sebab, perdamaian akan permanen ketika rakyat dan pemerintah Suriah memiliki peran di dalamnya," pungkasnya. (RA)