Iran: Eksistensi JCPOA Bergantung pada Komitmen Pihak Lain
Duta Besar Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo menilai keputusan Kongres Amerika Serikat untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran bertentangan dengan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
"Kelanjutan perjanjian nuklir bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap komitmennya," tegasnya pada sidang untuk membahas laporan tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) kepada Majelis Umum PBB, Senin (12/12/2016) seperti dikutip IRNA.
IAEA dan Kelompok 5+1, ujar Khoshroo, telah memverifikasi bahwa Iran secara penuh sudah melaksanakan komitmennya sesuai JCPOA. "Jadi, Kelompok 5+1 berkewajiban untuk melaksanakan komitmennya secara nyata dan menghindari segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan JCPOA," tandasnya.
Ia meminta pemerintah AS untuk segera menyelesaikan kekhawatiran yang muncul akibat keputusan Kongres, yang memperpanjang sanksi Iran.
"Meski Iran sepenuhnya akan berkomitmen dengan JCPOA sebagai sebuah dokumen multilateral, namun jaminan untuk kelanjutan perjanjian ini mengharuskan pelaksanaan penuh semua kewajiban JCPOA oleh seluruh pihak, bukan hanya Iran," kata Khoshroo.
Berbicara tentang ketentuan yang tertuang dalam Statuta IAEA, ia menandaskan bahwa tugas utama badan nuklir PBB ini adalah membantu negara-negara anggota untuk memanfaatkan energi nuklir damai.
Diplomat Iran ini juga menyerukan peningkatan aktivitas IAEA di bidang tersebut sesuai dengan harapan negara-negara anggota.
Iran, lanjutnya, bertekad untuk melanjutkan kegiatan nuklirnya di bidang riset dan pengembangan serta produksi energi nuklir, termasuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklir secara penuh untuk tujuan damai.
Dalam pertemuan itu, Dirjen IAEA Yukiya Amano menyerahkan laporan kegiatannya selama tahun 2016 kepada sidang Majelis Umum PBB. (RM)