Mengapa Negara-Negara Kawasan Harus Berperan Signifikan dalam Menentukan Keamanan Regional?
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i194494-mengapa_negara_negara_kawasan_harus_berperan_signifikan_dalam_menentukan_keamanan_regional
Menteri Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa negara-negara kawasan harus menjadi aktor utama dalam merancang tatanan keamanan masa depan.
(last modified 2026-08-07T06:40:32+00:00 )
Aug 07, 2026 13:33 Asia/Jakarta
  • Mengapa Negara-Negara Kawasan Harus Berperan Signifikan dalam Menentukan Keamanan Regional?

Menteri Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa negara-negara kawasan harus menjadi aktor utama dalam merancang tatanan keamanan masa depan.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, di sela-sela pertemuan para menteri negara Arab dan Islam untuk mendukung Yerusalem di Amman, ibu kota Yordania, menekankan perlunya menyusun visi bersama Arab mengenai masa depan keamanan kawasan. Ia mengatakan bahwa negara-negara kawasan harus memainkan peran utama dalam merancang setiap bentuk pengaturan keamanan di masa depan.

Abdelatty menegaskan bahwa Mesir meyakini keamanan kawasan harus dijamin oleh negara-negara di kawasan itu sendiri, dan pengaturan keamanan di masa depan harus mencerminkan kepentingan negara-negara regional.

Pernyataan Menteri Luar Negeri Mesir tersebut sebelumnya juga telah disampaikan oleh sejumlah pejabat negara di kawasan. Para pejabat Republik Islam Iran juga berulang kali menekankan bahwa keamanan Asia Barat harus dijamin oleh negara-negara di kawasan tersebut.

Meskipun selama ini, terutama negara-negara Arab, cenderung mengabaikan konsep keamanan mandiri dan keamanan yang dibangun secara regional, pertanyaannya adalah mengapa kini sejumlah negara Arab, termasuk Mesir, sampai pada kesimpulan bahwa perancangan tatanan keamanan masa depan dengan berpusat pada negara-negara kawasan merupakan sebuah kebutuhan?

Perkembangan selama tiga tahun terakhir, khususnya tindakan yang disebut sebagai kejahatan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Palestina, Suriah, Lebanon, Yaman, Iran, bahkan Irak, dapat disebut sebagai salah satu alasan utama mengapa negara-negara tersebut menekankan pentingnya keamanan kawasan yang dijamin oleh negara-negara kawasan sendiri.

Dalam pandangan tersebut, tindakan Israel dan Amerika Serikat selama tiga tahun terakhir telah membuat negara-negara kawasan semakin memahami hakikat ancaman yang ada. Berbeda dengan propaganda Amerika Serikat dan Israel mengenai Iran sebagai ancaman bagi kawasan, artikel ini menyatakan bahwa ancaman terbesar terhadap kawasan adalah Israel.

Menurut pandangan dalam artikel tersebut, selama tiga tahun terakhir Israel telah melakukan berbagai tindakan terhadap negara-negara kawasan, menduduki wilayah Arab yang lebih luas, dan sejumlah pejabat pemerintah Israel secara terbuka berbicara mengenai pembentukan "Israel Raya".

Dalam kondisi seperti itu, ketergantungan keamanan kepada kekuatan luar, khususnya Amerika Serikat, dinilai tidak akan memberikan keamanan bagi negara-negara Arab. Sebaliknya, hal tersebut justru dapat melemahkan keamanan mereka, karena menurut artikel ini, tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa bagi Amerika Serikat, negara-negara Arab memiliki posisi yang jauh lebih rendah dibandingkan Israel.

Faktor kedua berkaitan dengan keberlanjutan dan legitimasi pengaturan keamanan regional. Pengalaman menunjukkan bahwa pengaturan keamanan yang dirancang tanpa partisipasi aktif negara-negara kawasan cenderung tidak stabil. Sebaliknya, ketika negara-negara kawasan sendiri menjadi perancang dan penjamin keamanan, pengaturan tersebut memiliki legitimasi lebih besar dan komitmen negara-negara untuk mempertahankannya juga meningkat.

Menurut artikel tersebut, tatanan keamanan yang selama ini berlaku di Asia Barat masih berpusat pada Amerika Serikat. Namun dampaknya adalah memberikan ruang bagi Israel untuk melakukan serangan dan tindakan terhadap negara-negara kawasan, serta memungkinkan terjadinya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Artikel tersebut menyatakan bahwa dalam situasi konflik antara Israel dan negara-negara Arab, serangan serupa juga dapat terjadi terhadap negara-negara Arab karena Israel, dengan dukungan penuh Amerika Serikat, berupaya mengubah keseimbangan kekuatan dan menjadi kekuatan dominan di kawasan.

Faktor ketiga berkaitan dengan pengurangan biaya keamanan. Negara-negara kawasan setiap tahun menghabiskan dana besar untuk membeli persenjataan dari kekuatan asing sebagai upaya "membeli keamanan". Pembentukan sistem keamanan kolektif yang berpusat pada negara-negara kawasan dinilai dapat mengurangi perlombaan senjata yang mahal serta mengalihkan sumber daya ke pembangunan ekonomi dan kesejahteraan.

Pada akhirnya, artikel tersebut menyimpulkan bahwa perancangan tatanan keamanan regional akan membantu mengurangi ancaman di kawasan. Hal ini dinilai sangat dibutuhkan Asia Barat karena sejak 2011 kawasan tersebut belum menikmati stabilitas dan ketenangan akibat intervensi asing serta keberadaan sistem keamanan yang bergantung pada kekuatan luar.