Iran dengan Tegas Menepis Klaim Erdogan
-
Bahram Qassemi
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi menepis klaim terbaru anti-Tehran oleh Presiden Turki, dan menekankan bahwa memperluas keamanan di kawasan merupakan prioritas kebijakan luar negeri Republik Islam.
"Prioritas utama Iran di kawasan ini adalah [membantu] stabilitas dan keamanan," kata Qassemi Rabu (15/02/2017), seraya menambahkan bahwa ketenteraman tidak akan terwujud di kawasan ini kecuali para pemain yang positif dibedakan dari pihak-pihak yang mengupayakan kekacauan dan dukungan terhadap teroris.
Dalam kunjungannya ke Bahrain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh Iran berusaha mengacaukan Irak dan Suriah.
Tampaknya pernyataan yang dilontarkan Presiden Erdogan itu berasal dari emosi, kata Qassemi, seraya menambahkan bahwa Presiden Turki "sangat menyadari peran konstruktif Republik Islam dalam menstabilkan kawasan, khususnya Irak."
Pejabat Iran ini menegaskan bahwa Tehran membantu Baghdad dalam memerangi kelompok teroris Takfiri atas permintaan resmi dari pemerintah Irak.
"Mendukung kelompok teroris ... menggunakan mereka sebagai alat, dan pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan integritas negara tetangga telah menyebabkan keprihatinan dan ketidakstabilan berkepanjangan di kawasan," katanya.
Iran telah memberikan dukungan militer kepada Irak dan Suriah dalam kampanye mereka melawan terorisme atas permintaan dari pemerintah pusat kedua negara.
Republik Islam adalah di antara negara pertama yang membantu Irak ketika kelompok teroris Daesh melancarkan kampanye kematian dan kehancuran di bagian utara dan barat negara Arab itu pada tahun 2014.(MZ)