Pezeshkian: Deeskalasi Regional Butuh Tidak Kooperatif dengan Agresor
-
Recep Tayyip Erdogan dan Masoud Pezeshkian
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran menyatakan bahwa pengurangan ketegangan di kawasan hanya dapat tercapai bila negara‑negara tidak berkolaborasi dengan pihak‑pihak penyerang.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRIB, dalam percakapan telepon pada Senin (09/03/2026) malam, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas perkembangan regional setelah agresi militer Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran serta dampak regional dan globalnya.
Pezeshkian menyebut upaya rezim Zionis dan pemerintah Amerika untuk menciptakan perselisihan dengan negara-negara tetangganya dan tuduhan media-media yang berafiliasi dengan mereka bahwa Iran meluncurkan rudal ke negara sahabat dan saudara Turki.
Menurutnya, “Republik Islam Iran selalu siap mengurangi ketegangan di kawasan, asalkan wilayah udara, darat, dan laut negara-negara tetangga tidak dijadikan sarana serangan terhadap rakyat Iran.”
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam percakapan telepon ini menyinggung upaya Turki untuk mengurangi ketegangan di kawasan dan mengatakan, “Kami selalu menyatakan bahwa intervensi dalam urusan Iran tidak dapat diterima, dan peningkatan ketegangan antara negara-negara kawasan tidak menguntungkan kepentingan negara-negara tetangga maupun kepentingan jangka panjang Iran.”
Presiden Turki mengingatkan, “Kami tidak pernah mempertimbangkan konfrontasi dengan Iran, kami memahami kondisi sulit yang dihadapi Iran, dan kami siap memberikan kontribusi maksimal sesuai kemampuan pemerintah Turki untuk meredakan ketegangan di kawasan.”(sl)