Jenderal Iran Perkirakan Munculnya Fitnah Baru di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40456-jenderal_iran_perkirakan_munculnya_fitnah_baru_di_kawasan
Asisten dan Penasihat Senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Militer mengatakan, pasca kekalahan Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel di Irak dan Suriah, ada kemungkinan munculnya fitnah baru di kawasan Teluk Persia yang dibuat oleh negara-negara tersebut.
(last modified 2026-07-04T12:01:02+00:00 )
Jul 03, 2017 22:56 Asia/Jakarta
  • Mayjend Yahya Rahim Safavi, Asisten dan Penasihat Senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Militer
    Mayjend Yahya Rahim Safavi, Asisten dan Penasihat Senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Militer

Asisten dan Penasihat Senior Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran untuk Urusan Militer mengatakan, pasca kekalahan Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel di Irak dan Suriah, ada kemungkinan munculnya fitnah baru di kawasan Teluk Persia yang dibuat oleh negara-negara tersebut.

Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi mengatakan hal itu pada Senin (3/7/2017) ketika menyinggung keberhasilan Irak dalam membebaskan kota Mosul dari pendudukan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).

"Kekalahan kelompok teroris Daesh sebenarnya merupakan kekalahan koalisi AS, Arab Saudi, Turki, Yordania, Qatar dan rezim Zionis di kawasan," kata Safavi seperti dilansir Sepah News.

Ia memperkirakan bahwa ketidakamanan di Irak akan berlanjut, dan mengatakan, pasca kekalahan Daesh di Irak, AS tidak akan melepaskan negara ini.

"Kekalahan koalisi AS, Arab Saudi, Turki, Yordania dan Qatar di Irak dan Suriah serta kekalahan Arab Saudi dalam agresi ke Yaman akan mendorong negara ini untuk membentuk apa yang disebut sebagai NATO Arab dengan dukungan AS, Inggris dan Zionis guna mengkompensasi kekalahan-kekalahannya," jelasnya.

Asisten dan Penasihat Senior Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran itu lebih lanjut menyingung area geopolitik barat Iran hingga Afrika Utara.

Safavi menjelaskan, arena geopolitik ini merupakan sebuah area penting dan strategis bagi Iran, dan pembangunan kereta api, pengaruh politik, transfer gas dan minyak melalui Irak dan Suriah ke Mediterania serta peningkatan ekspor ke Irak hingga 20 miliar dolar merupakan peluang-peluang yang muncul bagi Iran. (RA)