Zarif Serukan Perluasan Hubungan Iran dengan Perancis
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40458-zarif_serukan_perluasan_hubungan_iran_dengan_perancis
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyerukan kelanjutan dialog politik antara negaranya dengan Perancis.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jul 03, 2017 23:15 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menlu RII (kanan) dan Christian Masset, Sekjend Kementerian Luar Negeri Perancis
    Mohammad Javad Zarif, Menlu RII (kanan) dan Christian Masset, Sekjend Kementerian Luar Negeri Perancis

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyerukan kelanjutan dialog politik antara negaranya dengan Perancis.

Mohammad Javad Zarif menyerukan hal itu dalam pertemuan dengan Christian Masset, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Perancis dan Pengembangan Internasional pada Senin (3/7/2017).

Dalam pertemuan tersbut, Zarif juga menyinggung bahwa hubungan Iran dan Perancis berada di jalur yang benar dan ia berharap kerjasama kedua negara akan berlanjut dan diperluas.

Menlu Iran menilai pertemuan-pertemuan bilateral sebagai faktor yang akan menghapus hambatan dalam hubungan kedua negara terutama hambatan ekonomi.

Zarif lebih lanjut menyinggung transformasi regional dan menyatakan kesiapan Iran untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Suriah.

"Seperti halnya Republik Islam Iran mengejar solusi politik untuk menyelesaikan krisis Suriah, Tehran juga menyambut segala bentuk inisiatif pemerintah Paris untuk menemukan sebuah solusi politik bagi konflik di Suriah," pungkasnya.

Sementara itu, Sekjen Kementerian Luar Negeri Perancis dan Pengembangan Internasional menyinggung perluasan hubungan dengan Iran.

Christian mengatakan, Perancis berusaha menghapus hambatan dalam perluasan hubungan dengan Iran dan berupaya utnuk menciptakan mekanisme yang tepat bagi kelanjutan kerjasama kedua negara.

Ia juga mengabarkan minat Perancis untuk secepatnya menyelesaikan krisis terbaru di antara negara-negara Arab Pesisir Teluk Persia.

"Perancis menyambut mediasi negara-negara untuk menyelesaikan krisis ini," pungkasnya. (RA)