Iran Respon Tegas Pernyataan Ancaman AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41478-iran_respon_tegas_pernyataan_ancaman_as
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi pernyataan ancaman Gedung Putih untuk pembebasan tahanan Amerika Serikat termasuk Robert Levinson, mantan agen FBI, dan Siamak dan Bagher (Baquer) Namazi.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Jul 22, 2017 23:36 Asia/Jakarta
  • Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII
    Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mereaksi pernyataan ancaman Gedung Putih untuk pembebasan tahanan Amerika Serikat termasuk Robert Levinson, mantan agen FBI, dan Siamak dan Bagher (Baquer) Namazi.

Bahram Ghasemi dalam pernyataannya pada Sabtu (22/7/2017) mengatakan, para negarawan AS harus berbicara dengan bahasa penghormatan kepada rakyat Iran.

Siamak dan Bagher Namazi adalah warga Iran-Amerika yang divonis hukuman penjara selama 10 tahun atas dakwaan bekerjasama dengan pemerintah AS.

Ghasemi menilai pernyataan ancaman AS baru-baru ini sebagai bentuk intervensi terhadap urusan internal Republik Islam.

"Ancaman-ancaman AS timbul dari sifat intervensi dan watak dominatif pemerintahan negara ini. Rakyat revolusioner Republik Islam Iran memiliki sejarah panjang dan pengalaman yang banyak dalam menolak intimidasi dan menghadapi perilaku permusuhan seperti ini," kata Ghasemi.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak yang berwenang di peradilan Iran, orang-orang yang disinggung dalam pernyataan Gedung Putih adalah orang-orang yang memiliki dakwaan berdasarkan hukum di Iran dan (kasus) mereka telah ditindaklanjuti.

"Republik Islam Iran telah berulang kali mengumumkan kepada para pejabat AS bahwa orang yang bernama Robert Levinson telah mengunjungi Republik Islam beberapa tahun lalu, dan setelah meninggalkan negara ini, Tehran tidak memiliki informasi baru mengenai nasibnya," tegas Ghasemi.

Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menyinggung prosedur tidak benar AS yang bertentangan dengan norma dan hukum internasional untuk mengancam negara-negara lain dan intervensi dalam urusan mereka.

"Pengeluaran pernyataan interventif dan ancaman oleh para pejabat dan lembaga-lembaga AS tidak akan mempengaruhi sistem peradilan Republik Islam Iran untuk mengadili dan menghukum para pelaku dan pelanggar hukum dan keamanan nasional negara ini," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Ghasemi menyinggung inkonsistensi, pelanggaran janji dan pernyataan para pejabat AS yang tidak lazim dan keluar dari aturan yang diterima internasional.

Ia menuturkan, tahanan Iran di Amerika –di mana atas dasar alasan palsu dan tidak berdasar mereka ditahan di penjara-penjara negara ini selama beberapa tahun terakhir dalam kondisi sulit dan bertentangan dengan segala bentuk standar moral dan kemanusiaan– harus segera dibebaskan dan Gedung Putih harus menghindari untuk mengejar peradilan terhadap warga Iran di negara-negara lain. (RA)