AL Pasdaran Gagalkan Tindakan Provokatif Kapal Perang AS
-
Kapal perang
Humas Zona Ketiga Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengabarkan penggagalan langkah provokatif sebuah kapal perang Amerika Serikat terhadap kapal patroli Republik Islam Iran di Teluk Persia.
Seperti dilansir Sepah News, menyusul publikasi berita sejumlah media asing tentang "tembakan peringatan kapal perang AS ke arah kapal patroli Iran di Teluk Persia," Humas Zona Ketiga Pasdaran dalam sebuah pernyataan mengumumkan, sebuah kapal perang AS di utara Teluk Persia bergerak ke arah sebuah kapal Iran yang sedang berpatroli di perairan internasional pada Selasa (25/7/2017) pagi, dan melepaskan dua tembakan ke udara dengan tujuan provokasi dan intimidasi.
Pernyataan itu menambahkan, kapal Pasdaran melanjutkan misinya tanpa memperhatikan tindakan "tidak profesional dan provokatif" kapal perang AS, dan tidak lama kemudian, kapal perang AS itu meninggalkan wilayah tersebut.
Pasukan Pasdaran atau IRGC mengeluarkan pernyataan ini setelah beberapa media Barat mengutip seorang pejabat AS menyebutkan bahwa sebuah kapal Angkatan Laut AS telah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal Iran di dekat utara Teluk Persia pada hari Selasa menyusul kapal tersebut berada dalam jarak 150 yard (137 meter) darinya.
Pejabat yang berbicara secara anonim itu mengklaim bahwa kapal perang USS Thunderbolt melepaskan tembakan peringatan setelah kapal patroli Iran mengabaikan panggilan radio dan peluit dari kapal tersebut.
Iran telah berulang kali mengumumkan bahwa pemantauan kapal perang asing di Selat Hormuz dan Teluk Persia adalah haknya, dan jika kapal-kapal asing melanggar zona laut Iran, maka akan ditindak sesuai dengan hukum internasional.
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran pada 26 April 2017 juga mereaksi klaim pejabat AS tentang konfrontasi kapal perang Iran dan AS di perairan Teluk Persia.
Ia di akun Twitter-nya menulis, pasukan AL Iran berada di perairannya sendiri di Teluk Persia, bukan di Teluk Meksiko. Namun pertanyaannya adalah apa yang dilakukan pasukan AL AS di jarak 7.500 mil dari negara mereka?
Statemen Zarif tersebut adalah respon terhadap pernyataan pejabat AS yang mengklaim bahwa sebuah kapal cepat pasukan AL Iran mendekati sebuah kapal perusak AS di perairan Teluk Persia dan memaksanya untuk mengubah arah.
Pada bulan Januari 2016, AL Iran menahan sembilan marinir AS dan dua kapal patrolinya yang melanggar zona laut negara ini. Iran membebaskan mereka setelah menetapkan bahwa mereka melakukan pelanggaran karena kesalahan. (RA)