Iran: Tragedi di Myanmar, Genosida Terorganisir terhadap Umat Islam
https://parstoday.ir/id/news/iran-i44527-iran_tragedi_di_myanmar_genosida_terorganisir_terhadap_umat_islam
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran menilai tragedi yang menipa Muslim di Myanmar sebagai genosida yang terorganisir terhadap umat Islam di negara ini.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Sep 19, 2017 07:48 Asia/Jakarta
  • Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran (kanan) dan Sergey Burdilyak, Dubes Ukraina untuk Tehran
    Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran (kanan) dan Sergey Burdilyak, Dubes Ukraina untuk Tehran

Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran menilai tragedi yang menipa Muslim di Myanmar sebagai genosida yang terorganisir terhadap umat Islam di negara ini.

"Perang dan ketidakamanan serta meluasnya gerakan-gerakan terois akan merugikan dunia dan kawasan," kata Hossein Amir-Abdollahian dalam pertemuannya dengan Sergey Burdilyak, Duta Besar Ukraina untuk Iran pada Senin (18/9/2017).

Ia juga mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan warga Muslim dan tak berdosa di Myanmar dan menyayangkan kebijakan Arab Saudi di Yaman.

"Ketika perang yang panjang telah menyebabkan berkembangnya kelompok-kelompok teroris di kawasan, Arab Saudi justru terus memaksakan untuk mengubah perimbangan demi keuntungannya di Yaman melalui jalur militer, dan negara ini tidak berpikir untuk solusi politik guna menyelesaikan krisis ini," ujarnya.

Di bagian lain pernyataannya, Amir-Abdollahian menyatakan kesiapan Parlemen Iran untuk memperluas kerjasama menyeluruh dengan Ukraina.

"Republik Islam Iran dan Ukraina memiliki kapasitas dan pengalaman tinggi untuk mengembangkan dan memperluas hubungan, di mana kita berharap akan menyaksikan peningkatan lebih kerjasama bilateral melalui peningkatan langkah-langkah parlemen," pungkasnya.

Sementara itu, Dubes Ukraina untuk Tehran menyinggung pentingnya untuk menjaga perluasan hubungan Ukraina dengan Iran.

"Langkah-langkah yang baik telah diambil untuk menghapus persoalan agar kerjasama kedua negara meningkat," pungkas Sergey Burdilyak. (RA)