Zarif: Berunding dengan AS, Sia-sia
-
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif Jumat (22/9) saat bertemu dengan sejawatnya dari Jepang, Taro Kono di New York menekankan, kebijakan Washington terkait Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) memberikan pesan kepada dunia bahwa berunding dengan AS sia-sia.
Kesepakatan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina ditambah Jerman) telah dilaksanakan sejak Januari 2016, namun pemerintah Washington sebagai salah satu pihak yang menandantangani kesepakatan ini senantiasa tidak menepati janjinya dalam melaksanakan JCPOA.
Presiden Amerika, Donald Trump memilih sikap yang berseberangan dengan pihak lain di JCPOA dan menyebutnya sebagai kesepakatan mengerikan. Tak hanya itu, ia juga menuntut kesapakatan ini dibatalkan, namun dunia menentang keinginan presiden Amerika ini.
Mohammad Javad Zarif saat bertemu dengan Taro Kano di New York juga mengisyaratkan krisis di Semenanjung Korea dan menandaskan Republik Islam menentang setiap produksi, uji coba dan pengembangan senjata nuklir.
Menlu Iran juga mengutuk kejahatan militer dan ekstrimis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya dan menuntut bantuan Jepang sebagai salah satu negara penting kawasan untuk memulihkan kondisi Muslim Myanmar.
Di sisi lain menlu Jepang di pertemuan ini mengatakan, Republik Islam Iran negara penting di dunia.
Taro Kano seraya menekankan bahwa Jepang mendukung JCPOA menjelaskan, Tokyo menyadarkan seluruh negara atas urgensitas JCPOA.
Menlu Jepang seraya menentang penyelenggaraan referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan dari Irak mengatakan, Jepang menilai penting persatuan dan integritas Irak.
Agenda lain pembicaraan Zarif dan Kano adalah hubungan bilateral, khususnya perbankan, investasi, energi, sains dan akademi, isu Teluk Persia, krisis Yaman, serta diplomasi regional Jepang terkait hal tersebut. (MF)