Iran Siap Hadapi Segala Kemungkinan Sikap Baru AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i45669-iran_siap_hadapi_segala_kemungkinan_sikap_baru_as
Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengatakan, orientasi diplomatik dan pertahanan Republik Islam adalah sama, meskipun mungkin saja berbeda cara penyampaian.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Okt 10, 2017 08:43 Asia/Jakarta
  • Komandan Pasdaran, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari dan  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.
    Komandan Pasdaran, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Komandan Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) mengatakan, orientasi diplomatik dan pertahanan Republik Islam adalah sama, meskipun mungkin saja berbeda cara penyampaian.

Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengungkapkan hal itu dalam rapat koordinasi untuk acara peringatan 40 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran di Tehran, Senin (9/10/2017) malam.

"Ada koordinasi di semua bagian Iran dalam mengumumkan sikap terhadap musuh dan permusuhan mereka terhadap Republik Islam," tambahnya.

Menanggapi tindakan potensial Amerika Serikat terhadap kesepakatan nuklir dan Pasdaran, Mayjen Ali Jafari menandaskan, ada kemampuan yang baik di arena politik, pertahanan dan sosial Iran untuk merespon tindakan AS, dan posisi Kementerian Luar Negeri dan sektor pertahanan dan keamanan di Iran adalah seragam.

Presiden Donald Trump dijadwalkan akan menyampaikan strategi baru AS terhadap Iran termasuk Pasdaran, di samping mengumumkan keputusannya mengenai kesepakatan nuklir pada 12 Oktober mendatang.

Pada rapat koordinasi tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak dapat dirundingkan.

"Barat sangat menyadari betul masalah ini dan sudah sangat jelas dalam kesepakatan nuklir bahwa Iran tidak menegosiasikan kemampuan pertahanannya," tegas Zarif.

Ia menuturkan bahwa negara-negara yang telah mengubah wilayah Asia Barat menjadi gudang amunisi, harus bertanggung jawab dan mereka perlu mengubah kebijakannya di Timur Tengah. (RM)