Jubir Kemlu Iran Respon Transformasi Terbaru di Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i46389-jubir_kemlu_iran_respon_transformasi_terbaru_di_kawasan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, evaluasi isu-isu bilateral, regional dan internasional serta perjuangan untuk menumpas terorisme dan perluasan kerjasama bilateral merupakan poros utama pertemuan trilateral para pejabat Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan.
(last modified 2026-06-20T17:21:50+00:00 )
Okt 30, 2017 15:33 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII.
    Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, evaluasi isu-isu bilateral, regional dan internasional serta perjuangan untuk menumpas terorisme dan perluasan kerjasama bilateral merupakan poros utama pertemuan trilateral para pejabat Iran, Rusia dan Republik Azerbaijan.

Bahram Qassemi mengatakan hal itu dalam jumpa pers yang dihadiri oleh para wartawan dari dalam dan luar negeri di Tehran, ibukota Iran, Senin (30/10/2017).

"Pertemuan ini merupakan peluang yang sangat bagus, sebab, para pejabat tinggi ketiga negara bisa berkonsultasi dengan serius mengenai serangkaian persoalan yang dihadapi negara-negara ini dan kawasan," kata Qassemi ketika menjawab wartawan IRIB tentang pertemuan tripartit Iran, Rusia dan Azerbaijan pada Rabu.

Ia lebih lanjut menyinggung perundingan Astana ke-7 mengenai Suriah yang telah dimulai pada hari ini, Senin di ibukota Kazakhstan.

Jubir Kemlu Iran mengungkapkan harapan bahwa dalam perundingan itu akan tercapai pemahaman yang diperlukan di antara Iran, Rusia dan Turki sehingga akan menghasilkan langkah yang berguna untuk membantu rakyat Suriah dan terciptanya stabilitas dan keamanan regional.

Menurutnya, pencarian dan pembersihan ranjau dan pertukaran tawanan merupakan dua isu utama dalam perundingan Astana ke-7.

Qassemi lebih lanjut mereaksi statemen Adel al-Jubeir, Menteri Luar Negeri Arab Saudi yang mengklaim bahwa jika tidak ada bantuan Iran kepada al-Houthi, maka perang di Yaman telah berakhir.

"Perkataan para pejabat Arab Saudi (seperti ini) tampaknya telah berubah menjadi kebiasaan yang tidak dapat ditinggalkan, dan mereka terbiasa merespon masalah mereka sendiri dengan proyeksi dan melibat orang lain dalam masalahnya," ujarnya.

Ia menegaskan, masalah Yaman jelas dan yang menjadi agresor juga diketahui; artinya, telah jelas bahwa siapa yang menggunakan senjata-senjata berat dan membombardir berbagai wilayah penduduk Yaman dan menarget rakyat negara ini.

Terkait dengan pernyataan wakil Arab Saudi di PBB yang mengklaim bahwa Iran menjalankan kebijakan diskriminatif terhadap warga non-berbahasa Farsi, Qassemi menuturkan, menyusul berbagai krisis regional dan internasional, sejumlah pejabat Riyadh berusaha menciptakan musuh bayangan dan menyebarkan Iranophobia dengan menggunakan segala subyek, namun hingga sekarang mereka gagal.

Di bagian lain pernyataannya, jubir Kemlu Iran menyinggung sabotase sejumlah negara terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencan Aksi Bersama Komprehensif).

"Kemlu Republik Islam Iran terus berusaha dengan segenap kemampuannya untuk mengurangi perusakan terhadap JCPOA oleh Amerika Serikat, dan mengurangi inkonsistensi negara ini," pungkasnya. (RA)