Mayjen Bagheri: AS Akui Kemustahilan untuk Menyerang Iran
-
Mayjen Mohammad Bagheri, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata RII.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mengatakan, kondisi Iran saat ini –dengan kekuatan dan kebijaksanaan Pemimpin Besar Revolusi Islam– sedemikian rupa sehingga Amerika Serikat dan antek-anteknya di kawasan telah mengakui ketidakmungkinan untuk melancarkan serangan militer ke Iran.
Mayor Jenderal Mohammad Bagheri mengungkapkan hal itu dalam Seminar Keamanan Pertahanan di barat laut Iran pada Selasa (31/10/2017).
Dalam acara yang dihadiri oleh para pejabat Provinsi Azerbaijan Barat dan Kurdistan di Urmia ini, Mayjen Bagheri menegaskan bahwa konspirasi kekuatan-kekuatan hegemoni terhadap Republik Islam telah gagal sejak awal.
"Semua rencana yang telah disiapkan dan dilaksanakan oleh AS tidak akan pernah mampu untuk mengurangi sedikitpun dari pertumbuhan dan gerakan 'menerjang' bangsa Republik Islam Iran," tegasnya seperti dilansir IRNA.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran lebih lanjut menyinggung kekalahan berturut-turut berbagai kelompok teroris takfiri di Irak dan Suriah.
"Dengan bimbingan Marja'iyyah, kedaulatan, pemerintah, militer dan mobilisasi rakyat di Irak dan Suriah, kini para teroris ini sedang menghirup nafas-nafas terakhir mereka," ujarnya.
Mayjen Bagheri lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini, perluasan pemikiran yang mengarah kepada terorisme takfiri di kawasan merupakan senjata penting bagi kubu arogansi dunia.
"Arogansi global berusaha untuk menggulingkan para penguasa dan menduduki berbagai negara melalui para teroris di kawasan, namun semua konspirasi mereka telah hancur," tuturnya.
Namun, menurutnya, berakhirnya pendudukan kelompok terosi takfiri Daesh (ISIS) tidak seharusnya dimaknai sebagai berakhirnya pemikiran sesat takfiri.
"Para pemuda dan intelektual dunia Islam harus berusaha secara terus-menerus dan dengan penuh kewaspadaan untuk mengenal dan menjauhkan pemikiran ini dari masyarakat Islam," pungkasnya. (RA)