Giliran Ansarullah Berencana Terapkan Tarif di Selat Bab Al-Mandab
-
Bab al-Mandab
Pars Today – Reuters menyatakan bahwa Ansarullah Yaman sedang mengkaji pemberlakuan pungutan atas kapal-kapal komersial di Selat Bab al-Mandab.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim yang mengutip Reuters, Gerakan Ansarullah Yaman sedang mengkaji pemberlakuan pungutan atas kapal-kapal komersial yang melintasi Laut Merah selatan; langkah ini dilakukan seminggu setelah pengumuman blokade laut terhadap Arab Saudi.
Ansarullah, yang pada 20 Juli mengumumkan embargo laut terhadap Arab Saudi dan dengan demikian membuka front baru melawan AS dan sekutu-sekutunya, serta memperluas serangan mereka terhadap kapal-kapal tanker yang membawa muatan energi dan barang-barang lainnya ke perairan di luar Teluk Persia, kini sedang mengkaji pemberlakuan pungutan atas sebagian besar lalu lintas melalui Selat Bab al-Mandab yang menghubungkan Laut Merah selatan ke Teluk Aden; namun dalam tahap ini, kerangka waktu untuk pelaksanaan rencana pemungutan biaya dari Selat Bab al-Mandab belum ditentukan.
Bab al-Mandab: Jalur Vital Ekspor Minyak Arab Saudi
Penutupan Bab al-Mandab akan mencabut Arab Saudi dari alternatif vital bagi Selat Hormuz dan memperparah kekhawatiran tentang kekurangan pasokan minyak. Lalu lintas Laut Merah sejak dimulainya serangan Ansarullah di pesisir Yaman pada November 2023—yang oleh kelompok tersebut dinyatakan sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina dalam perang Gaza—belum pulih sepenuhnya. Serangan kelompok ini terhadap kapal-kapal komersial baru berakhir dengan gencatan senjata Gaza pada Oktober lalu. Setidaknya satu kapal tanker Saudi telah diserang minggu lalu di lepas pantai Pelabuhan Jizan di selatan Arab Saudi, dekat Yaman, dan Ansarullah telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pemungutan Biaya oleh Ansarullah pada Tahun 2024
Menurut laporan para ahli PBB pada tahun 2024, sebelumnya diklaim bahwa Ansarullah pada puncak kampanye maritimnya pada tahun 2024, telah memungut biaya dari beberapa agen pelayaran yang melintasi Laut Merah dan Teluk Aden untuk lintas aman; meskipun dalam laporan tersebut disebutkan bahwa informasi ini tidak diperoleh dari sumber-sumber yang kredibel dan resmi; diperkirakan bahwa pungutan ini mencapai 180 juta dolar per bulan, meskipun rincian ini tidak dikonfirmasi.
Melintasi Bab al-Mandab menuju Asia rata-rata memakan waktu 16 hari, sementara jika muatan dialihkan melalui rute Laut Merah utara, melalui Terusan Suez dan kemudian dari selatan Afrika, waktu tempuh akan meningkat menjadi 50 hari dan akan menimbulkan masalah baru bagi Arab Saudi. (MF)