Al Jazeera: Ansarullah Tidak Ganggu Pergerakan Kapal di Bab Al-Mandab
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i196874-al_jazeera_ansarullah_tidak_ganggu_pergerakan_kapal_di_bab_al_mandab
Pars Today - Laporan-laporan yang diterbitkan menunjukkan bahwa penguasaan Gerakan Ansarullah Yaman atas Selat Bab al-Mandab tidak menyebabkan gangguan pada pergerakan kapal di wilayah ini.
(last modified 2026-09-16T05:10:00+00:00 )
Sep 16, 2026 12:06 Asia/Jakarta
  • Selat Bab al-Mandab
    Selat Bab al-Mandab

Pars Today - Laporan-laporan yang diterbitkan menunjukkan bahwa penguasaan Gerakan Ansarullah Yaman atas Selat Bab al-Mandab tidak menyebabkan gangguan pada pergerakan kapal di wilayah ini.

Melansir kantor berita Mehr News, Rabu, 16 September 2026, situs jaringan Al Jazeera melaporkan, "Meskipun pasukan Ansarullah Yaman telah menguasai Selat Bab al-Mandab, pergerakan kapal di selat ini tidak berubah dan hal ini menunjukkan bahwa kemajuan Ansarullah bukanlah ancaman bagi pelayaran internasional.

Sebelumnya Gerakan Ansarullah telah menegaskan bahwa larangan yang diumumkan hanya mencakup kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi akibat agresi negara itu terhadap Yaman.

Sementara itu, arus-arus anti-Gerakan Ansarullah Yaman berusaha dengan propaganda beracun menampilkan kemajuan pasukan ini sebagai berbahaya dan menunjukkannya sebagai ancaman bagi pelayaran internasional.

Pasukan Yaman dalam beberapa hari terakhir dengan kemajuan kilatnya berhasil menguasai kota Mokha, Pulau Zuqar, dan ketinggian strategis yang menghadap Selat Bab al-Mandab, dan secara praktis selat ini saat ini berada di bawah kendali Ansarullah.

Berdasarkan laporan Marine Traffic dari 11 September hingga 15 September, 159 kapal telah melintasi Selat Bab al-Mandab. Rata-rata lintasan kapal dari wilayah ini mencapai 38 kapal per hari.

"Al Jazeera melaporkan bahwa meskipun Ansarullah Yaman telah menguasai Selat Bab al-Mandab, pergerakan kapal di selat tersebut tidak mengalami perubahan, menunjukkan bahwa kemajuan Ansarullah bukan ancaman bagi pelayaran internasional. Ansarullah menegaskan larangannya hanya berlaku untuk kapal terkait Arab Saudi akibat agresi Saudi terhadap Yaman."(Sail)