Iran Kecam Serangan Saudi ke Kawasan Penduduk Yaman
-
Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengecam serangan Arab Saudi terhadap rumah-rumah penduduk di kota Hajjah Yaman, dan menilai meningkatnya pemboman terhadap kawasan penduduk di negara itu sebagai tanda keputusasaan rezim Al Saud.
Bahram Ghasemi dalam pernyataan pada Rabu (8/11/2017) mengecam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Provinsi Hajjah, barat laut Yaman yang menewaskan dan melukai lebih dari 60 warga sipil negara ini.
Ia mengungkapkan simpati kepada rakyat Yaman terutama kepada keluarga para korban serangan keji Arab Saudi tersebut.
"Peningkatan pemboman terhadap kawasan penduduk sipil, kelanjutan blokade dan penutupan perbatasan laut, darat dan udara Yaman, serta pelarangan masuknya bantuan kemanusiaan dan kebutuhan mendasar bagi penduduk biasa oleh Arab saudi menunjukkan ketidakberdayaan, frutasi dan kegagalan negara ini untuk mencapai tujuan-tujuan dalam agresinya ke Yaman," kata Ghasemi.
Jubur Kemlu Iran lebih lanjut mengkritik kebungkaman masyarakat internasional atas berbagai kejahatan dan serangan tanpa henti jet-jet tempur Arab Saudi ke kawasan penduduk di Yaman dan penargetan terhadap warga sipil serta pencegahan akses berbagai organisasi dan lembaga internasional untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.
"Langkah-langkah seperti ini merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip dan aturan hukum humaniter," tegasnya.
Ghasemi menuntut PBB dan negara-negara berpengaruh dalam krisis Yaman untuk meningkatkan upayanya guna menghentikan segera serangan Arab Saudi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi nyawa dan keamanan warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga Yaman, terutama anak-anak dan perempuan.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas publik lainnya. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini. (RA)