Kepala Lembaga Kehakiman Iran: Saudi Poros Kejahatan di Kawasan
-
Ayatullah Sadeq Amoli Larijani, Kepala Lembaga Kehakiman RII.
Kepala Lembaga Kehakiman Republik Islam Iran menyebut Arab Saudi sebagai "poros kejahatan" di kawasan dan menekankan pentingnya untuk melawan rencana jahat Amerika Serikat dan sekutu regionalnya melalui simpati, solidaritas dan kesatuan bangsa-bangsa di kawasan lebih dari sebelumnya.
Ayatullah Sadeq Amoli Larijani mengungkapkan hal itu dalam rapat para pejabat tinggi peradilan Iran pada Senin (20/11/2017) ketika menyinggung kondisi buruk yang dialami oleh rakyat Yaman akibat agresi militer Arab Saudi.
"Pembunuhan kejam terhadap rakyat tertindas Yaman oleh Arab Saudi adalah contoh nyata dari kejahatan perang. Dampak dari blokade Yaman, menurut pengakuan lembaga-lembaga internasional dan PBB, juga merupakan tragedi kemanusiaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata Ayatullah Amoli Larijani.
Ia juga menyinggung kebungkaman berbagai organisasi pengklaim pembela Hak Asasi Manusia atas kejahatan Arab Saudi di Yaman.
"Negara-negara Barat termasuk AS mendukung kejahatan terhadap rakyat Yaman. Penjualan senjata yang tak terhitung jumlahnya kepada Arab Saudi adalah bukti atas pengaturan adegan peristiwa ini oleh AS," jelasnya.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga Yaman, terutama anak-anak dan perempuan.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas publik lainnya. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini.
Menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya insfrastruktur kesehatan Yaman juga mengancam nyawa rakyat negara ini. Selain itu, rakyat Yaman menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.
Di bagian lain pernyataannya, Ketua Lembaga Kehakiman Iran mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Irak dan Suriah atas terusirnya kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) dari berbagai kota di kedua negara itu.
"Dengan bantuan Republik Islam Iran dan poros Muqawama, kejahatan kelompok teroris Daesh –dimana AS mengklaim untuk menumpasnya– telah berkurang dalam waktu yang sangat singkat," pungkasnya. (RA)