Rakyat dan Pemerintah Suriah Menentukan Masa Depannya
-
Putin, Rouhani dan Erdogan
Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani, menilai masa depan Suriah berada di tangan rakyat negara itu dan menyatakan, pilar-pilar terorisme di Irak dan Suriah telah runtuh dan perjuangan Iran melawan kelompok-kelompok teroris di kawasan hingga penumpasannya akan terus berlanjut.
Hal itu dikemukakan Rouhani pada Rabu (22/11/2017) sebelum bertolak dari Tehran menuju Sochi, Rusia, untuk menghadiri KTT Iran, Rusia dan Turki. Dikatakannya, tidak seperti Amerika Serikat dan rezim Zionis, Iran tidak mengupayakan gejolak di kawasan, seraya mengatakan, bangsa dan pemerintah Iran menginginkan kebaikan dan stabilitas kawasan serta tidak ingin berhadapan dengan siapa pun dan mengupayakan interaksi dengan negara-negara regional.
Presiden Iran menjelaskan, Iran sejak awal munculnya instabilitas dan kelompok teroris di kawasan, berpendapat bahwa terorisme adalah sarana gagal yang digunakan sejumlah pihak untuk mengubah tatanan perbatasan geografis serta intervensi kekuatan asing khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Rouhani menyinggung berbagai makar Amerika Serikat dan Israel untuk kawasan Timur Tengah dan mengatakan, Amerika Serikat sejak awal mengupayakan makar Timur Tengah Raya di kawasan dan rezim penjajah Israel mengiringi dan mendukungnya.
Presiden Iran juga menyinggung perjuangan militer dan pasukan relawan rakyat Irak dan Suriah menghadapi kelompok teroris dan mengatakan, menyusul perjuangan sukses rakyat Suriah dan Irak di hadapan para teroris, proses politik telah dimulai dan dalam satu tahun terakhir, Iran, Rusia dan Turki telah sepakat untuk lebih aktif mengkoordinasikan proses di lapangan dan di kancah politik.
Lebih lanjut, Rouhani mengatakan, Iran, Rusia dan Turki terus berupaya menyukseskan konferensi perdamaian di Astana, ibukota Kazakhstan, untuk menyelesaikan krisis Suriah dan dalam proses lanjutannya, akan digelar konferensi tingkat tinggi ketiga negara tersebut di Sochi, Rusia.
Rouhani optimis keputusan di Sochi akan menjadi pengawal masa depan cerah Suriah karena masa depan negara itu tidak berada di tangan pasukan atau kekuatan asing, melainkan di tangan rakyat Suriah.(MZ)