Ghasemi: Pendukung Teroris Tidak akan Diam Pasca Hancurnya Daesh
-
Bahram Ghasemi, Jubir Kemlu RII.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, dunia Islam dan Arab memerlukan kecerdasan dan kebijaksanaan untuk memerangi terorisme, sebab, mereka yang berkontribusi dalam menciptakan kelompok-kelompok teroris, melatih dan menyebarkan pemikiran ini tidak akan tinggal diam.
Bahram Ghasemi mengatakan hal itu dalam wawancara dengan IRIB di sela-sela Konferensi Internasional Pecinta Ahlul Bait as dan Pembahasan Isu Takfiri yang digelar di Tehran, ibukota Iran, Rabu (22/11/2017).
Menurutnya, pemberantasan pemikiran ekstremisme dan takfirisme memerlukan tekad serius dunia.
"Pemikiran ini menarget seluruh dunia dan membuat dunia menghadapi persoalan dan kekacauan," imbuhnya.
Ghasemi menjelaskan, sejumlah negara regional telah mengeluarkan dana besar untuk mendukung kelompok teroris takfiri Daesh (ISIS) dari sisi pemikiran, ideologi, senjata dan pelatihan, namun di Irak dan Suriah, mereka mengalami kekalahan besar dan menyerahkan basis terakhir mereka dan mundur.
"Tentunya teroris akan kembali ke negara asalnya di beberapa negara di dunia, sebab, mereka adalah pasukan bayaran untuk melayani kebusukan sejumlah negara," tuturnya.
Jubir Kemlu Iran menegaskan, berbagai negara dunia terutama Eropa harus waspada, sebab, Daesh bisa melakukan tindakan merusaknya, dan sejak hari ini menjadi lonceng tanda bahaya bagi stabilitas dan keamanan negara-negara.
Ghasemi yakin bahwa dunia akan berdiri melawan fenomena buruk terorisme, dan pemikiran ekstremisme akan secepatnya kalah dan berakhir.
Konferensi Internasional Pecinta Ahlul Bait as dan Pembahasan Isu Takfiri dimulai pada Rabu. Event dua hari ini dihadiri oleh 500 cendekiawan dunia Islam dari Syiah dan Sunni dari 90 negara dunia. (RA)