Mendagri Iran Reaksi Keras Penghinaan Presiden AS
-
Abdolreza Rahmani Fazli, Mendagri RII.
Menteri Dalam Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Presiden Amerika Serikat harus mengetahui bahwa rakyat Iran telah terbanjiri sumber kebebasan dari Revolusi Islam pada tahun 1979.
Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan hal itu pada Kamis (4/1/2018) ketika mereaksi pernyataan anti-Iran yang dilontarkan oleh Donald Trump, Presiden AS.
"Andalah yang meletakkan Patung Liberty sebagai ikon palsu di atas menara-menara, namun menghalangi kebebasan bangsa-bangsa," imbuhnya.
Ia menjelaskan, Anda yang mengemis di berbagai belahan dunia dan menumpahkan darah bangsa-bangsa serta merampas sumber negara mereka, oleh karena itu Andalah yang lapar dan yang lebih haus akan kebebasan.
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden AS melalui tweet-tweetnya mencampuri urusan dalam negeri Iran dan mendukung para perusuh di negara ini.
Sebelumnya, Trump melakukan penghinaan nyata terhadap Iran dengan menyebut rakyat negara ini sebagai teroris.
Dan baru-baru ini, Presiden AS itu menyebut rakyat Iran sebagai rakyat yang lapar ketika ia mendukung para perusuh yang merusak sarana publik di Iran dalam unjuk rasa beberapa hari terakhir. (RA)