Revolusi Islam; Anti Imprialisme, Pro Muqawama dan Al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/iran-i51349-revolusi_islam_anti_imprialisme_pro_muqawama_dan_al_quds
Dunia Islam dewasa ini menderita luka lama oleh kekuatan imperialis dan luka lama paling penting saat ini adalah isu Palestina dan berlanjutnya penjajahan rezim Zionis Israel di kawasan.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Feb 10, 2018 14:24 Asia/Jakarta

Dunia Islam dewasa ini menderita luka lama oleh kekuatan imperialis dan luka lama paling penting saat ini adalah isu Palestina dan berlanjutnya penjajahan rezim Zionis Israel di kawasan.

Front kafir, imperialis dan Zionis lebih dari 70 tahun menduduki bumi Palestina dan menjadikan wilayah pendudukan sebagai basis untuk mengobarkan instabilitas keamanan negara-negara regional. Kemunculan kelompok teroris Takfiri Daesh telah menyempurnakan konspirasi ini.

Revolusi Islam Iran 22 Bahman 1357 HS

Dunia Islam saat ini memiliki kemampuan melawan kaum kafir dan arogan serta pemerintah Republik Islam di Iran yang ingin merealisasikan secara penuh syariat Islam dapat menjadi sarana bagi kemenangan terhadap musuh Islam. Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei saat menyampaikan pidatonya di depan para undangan dan peserta konferensi Pecinta Ahlul Bait  seraya menekankan perjuangan ini mengingatkan, "Meski ada beragam represi, secara transparan kami menyatakan bahwa Republik Islam siap membantu wilayah manapun yang melawan kekufuran dan kubu arogan dan dalam kasus ini Kami tidak membutuhkan pertimbangan siapa pun."

Stateman Rahbar ini mengandung sejumlah poin penting dan indeks kuat akan anti imperialisme bangsa Iran yang berakar dari Revolusi Islam dan resistensi melawan kubu arogan dunia.

Kepala Staf Gabungan Militer Iran, Mayjen Mohammad Bagheri menjelaskan bahwa di Iran angkatan bersenjata dikoordinasi dengan rasa tanggung jawab, kekuatan dan defensif serta memiliki tugas penting dalam melawan setiap ancaman dan menjaga keamanan perbatasan negara. Ia menekankan, Republik Islam Iran pemimpin penyelamat rakyat regional dari cengkeraman imperialis dan Revolusi Islam Iran bergerak cepat ke arah cita-cita dan tujuannya.

Kini bangsa kawasan telah terhindar dari fitnah Daesh, namun akar fitnah dan markas kejahatan ini di kawasan yakni rezim Zionis Israel masih tetap eksis. Mengingat poin ini, Rahbar menekankan, "Hari ketika Palestina kembali ke pangkuan bangsa tertindas ini, maka kubu imperialis akan menerima pukulan telak dan Kami akan berusaha untuk merealisasikan hari tersebut."

Rahbar Ayatullah Khamenei

Rahbar saat bertemu dengan para peserta Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam ke-13 (PUIC) juga menyebut membela Palestina sebagai tugas semua pihak dan menekankan, "Jangan sampai anggapan ini menyebar bahwa melawan rezim Zionis Israel tidak berguna, tapi dengan ijin dan kemurahan Allah Swt, perjuangan melawan Israel akan membuahkan hasil sama seperti gerakan muqawama yang terus mengalami kemajuan di banding dengan tahun-tahun sebelumnya."

Perhatian dan penekanan Rahbar terkait isu Palestina mendapat apresiasi ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas). Pujian dan rasa terima kasih tersebut disampaikan Ismail Haniyah, ketua Biro Politik Hamas dalam suratnya yang ditujukan kepada Rahbar. Di suratnya Ismail Haniyah menulis, "Seluruh rakyat Palestina memuji sikap konsisten dan mulia Republik Islam Iran di isu Palestina, al-Quds dan dukungan terhadap muqawama rakyat Palestina dengan beragam bantuannya."

Ideologi Revolusi dan kebebasan Imam Khomeini menilai pembebasan Palestina sebagai sebuah prinsip yang tidak dapat diubah. Beliau saat menjelaskan esensi Zionis mengatakan, "Israel lahir atas kolusi dan kontemplasi pemerintah imperialis Barat dan Timur serta dibentuk untuk menumpas dan menjajah bangsa Muslim. Dewasa ini rezim Zionis mendapat dukungan penuh dari kubu imperialis dunia."

Bapak Pendiri Republik Islam Iran, Imam Khomeini

Inggris dan Amerika Serikat dengan memperkuat militer dan politik serta memberikan senjata mematikan kepada Israel telah mendorong rezim ilegal ini melakukan kejahatan beruntun terhadap bangsa Arab dan Muslim. Imam Khomeini senantiasa menekankan bahwa pendudukan Palestina, Lebanon, Golan dan perjanjian damai tidak akan mengakhiri kejahatan Zionis, tapi mereka ingin merealisasikan Israel Raya dan ancamannya mengarah ke seluruh wilayah Timur Tengah serta negara-negara Islam. (MF)