Iran Tawarkan Dialog dengan Dunia Arab
https://parstoday.ir/id/news/iran-i54064-iran_tawarkan_dialog_dengan_dunia_arab
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyeru negara-negara Timur Tengah untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 28, 2018 07:15 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.
    Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif menyeru negara-negara Timur Tengah untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog.

Zarif dalam sebuah artikel di situs televisi Aljazeera, menekankan titik persamaan yang dimiliki negara-negara regional dan mengajak mereka untuk bersatu dari pada berseteru. Demikian dikutip media Farsnews, Selasa (17/3/2018).

"Republik Islam Iran secara tulus mengulurkan tangannya ke negara-negara tetangga," ujarnya.

"Iran tidak tertarik untuk memulai perang dan mengajak negara-negara regional untuk menyelesaikan perbedaan di meja perundingan dari pada di medan perang," tegas Zarif.

Dia menuturkan bahwa orang-orang Arab, Turki, Kurdi, Persia, dan bangsa-bangsa lain di wilayah ini memiliki kesamaan sejarah dan budaya, serta bahasa yang serupa dan adat istiadat dan tradisi yang hampir identik.

"Mengenai tetangga Arab kami, yang berbagi perbatasan darat atau laut, keamanan timbal balik kita didasarkan pada standar umum yang tercantum dalam Piagam PBB, seperti kedaulatan, tidak mengancam atau menggunakan kekuatan, menyelesaikan konflik secara damai, menghormati perbatasan dan integritas teritorial, non-interferensi dalam urusan internal negara lain, dan hak untuk menentukan nasib sendiri," jelas menlu Iran.

Zarif lebih lanjut menuturkan, kekuatan eksternal yang hadir di Timur Tengah selalu menyukai perang. Mereka mengulangi siklus perang, dan tidak pernah memberi kesempatan pada perdamaian.

"Republik Islam percaya bahwa persamaan negara-negara kawasan lebih besar daripada perbedaan, yang muncul karena beberapa kekhawatiran tak berdasar dan kepentingan sesaat," ungkapnya.

"Jika kita tidak bertindak untuk berdamai satu sama lain, generasi berikutnya mungkin tidak memiliki kesempatan untuk saling bertatap mata," pungkasnya. (RM/PH)