Iran-RI Tekankan Perluasan Kerja Sama Bilateral
-
Wapres RII Bidang Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar (abaya hitam)
Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar menekankan pentingnya upaya pemerintah Tehran dan Jakarta untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.
Ebtekar mengungkapkan hal itu dalam pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/5/2018).
"Iran telah memprediksi langkah-langkah khusus untuk berinvestasi dalam proyek-proyek ekonomi Indonesia," kata Ebtekar seperti dikutip IRNA.
Dia lebih lanjut menyinggung upaya Iran untuk memajukan pemikiran Islam yang Rahmatan Lil'Alamin. Menurutnya, upaya tersebut hingga sekarang telah mengarah pada proposal dan penyusunan dua dokumen untuk dialog peradaban dan perjuangan melawan kekerasan dan ekstremisme.
Ebtekar lebih lanjut mengapresiasi posisi dukungan Indonesia kepada perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
"JCPOA bukan hanya sebuah dokumen kerja sama antara Iran dan negara-negara Barat, namun sebuah dokumen internasional untuk penggunaan damai energi nuklir dan konsolidasi perdamaian di dunia," ujarnya.

Sementara itu, presiden Indonesia menekankan pentingnya mempromosikan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil Alamin.
"Dalam kaitan inilah, Indonesia menginisiasi Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim tentang Wasatiyyat Islam," ujar Jokowi.
Sebab menurut Presiden, pemahaman Wasatiyyat Islam, terutama yang terkait toleransi sangatlah penting. Khususnya dalam mempererat ukhuwah islamiyah serta menanggulangi penyebaran paham radikal.
Selain itu, Presiden Jokowi juga menyinggung bagaimana Indonesia terus berupaya dalam pemberdayaan peran perempuan di segala bidang.
"Di kabinet yang saya pimpin terdapat delapan menteri perempuan, di DPR terdapat 97 legislator perempuan, di Lembaga peradilan terdapat 1.900 hakim perempuan. Sedangkan di bidang ekonomi, terdapat lebih dari 15 juta pengusaha perempuan," katanya.

Di akhir pertemuan, Presiden berharap kerjasama bilateral, termasuk di bidang pemberdayaan perempuan dapat ditingkatkan.
"Saya senang dengan kedatangan Yang Mulia di Istana Bogor ini, dan berharap hubungan bilateral Indonesia dan Iran bisa berlangsung dengan baik," kata Jokowi, seperti dilansir Antara.
Jokowi pun berharap saling berkunjung antara pejabat tinggi kedua negara meningkat. Begitu juga kerja sama ekonomi, perdagangan di bidang energi, dan rencana penerbangan langsung meningkat.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin.

Wapres Iran bidang perempuan dan keluarga mengunjungi Indonesia untuk berpartisipasi dalam Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendikiawan Muslim Dunia tentang Wasatiyyat Islam, yang dibuka pada hari Selasa.
Penasihat Senior untuk Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Mohammad Ali Taskhiri juga akan menyampaikan pidato di KTT yang dihadiri oleh 50 ulama dan cendikiawan Muslim dari berbagai negara itu. (RA)