Iran Ajak Semua Negara Lawan Unilateralisme AS
https://parstoday.ir/id/news/iran-i56596-iran_ajak_semua_negara_lawan_unilateralisme_as
Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan semua pihak harus melawan unilateralisme Amerika Serikat.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 10, 2018 22:47 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan.
    Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam percakapan telepon dengan rekannya dari Turki Recep Tayyip Erdogan, mengatakan semua pihak harus melawan unilateralisme Amerika Serikat.

"Amerika harus tahu bahwa mereka tidak bisa begitu saja keluar dari perjanjian internasional dan tanpa membayar harga untuk itu," ujarnya dalam percakapan Kamis (10/5/2018) sore.

Rouhani menjelaskan, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam 11 laporannya mengakui bahwa Republik Islam Iran secara penuh berkomitmen dan melaksanakan kewajibannya berdasarkan kesepakatan nuklir (JCPOA).

JCOPA, lanjutnya, adalah perjanjian internasional yang disetujui oleh PBB. Sayangnya, AS secara sepihak keluar dari kesepakatan tersebut dan kami berharap semua pemimpin dunia mengutuk langkah itu.

"Eropa khususnya negara-negara yang terlibat dalam perundingan nuklir dengan Iran harus mengambil sikap yang jelas dalam waktu yang tersisa untuk mengkompensasi penarikan AS dari JCPOA," tegas Rouhani.

Dia menerangkan bahwa setiap sanksi baru terhadap Republik Islam Iran oleh AS akan bertentangan dengan peraturan internasional dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.

Rouhani lebih lanjut mengatakan, Iran dan Turki selalu melawan langkah-langkah yang tidak logis seperti itu di dunia internasional dan harus saling mendukung dalam berbagai kesempatan.

Menurutnya, penggunaan mata uang nasional dalam transaksi perdagangan, kemudahan tarif preferensial, perluasan kerjasama perbankan antara Iran dan Turki, akan menjadi sangat penting untuk mencegah penggunaan valuta asing dalam perdagangan bilateral.

Sementara itu, Presiden Turki mengatakan JCPOA adalah model yang sukses di dunia dan semua pihak harus melakukan yang terbaik untuk menjaganya.

"Turki percaya bahwa penarikan AS adalah sebuah kesalahan besar. AS akan menjadi pecundang utama dan terakhir dari keputusan tersebut," ujar Erdogan.

Dia juga memuji sikap Iran yang bijaksana dan konstruktif dalam menghadapi keputusan itu.

"Pembicaraan untuk mempertahankan dan melanjutkan JCPOA akan membantu memulihkan keamanan dan stabilitas regional dan global. Ankara tidak akan menyia-nyiakan upaya untuk mencapai tujuan ini," tegasnya.

Mengacu pada hubungan Turki dan Iran, Erdogan menuturkan kedua pihak harus melakukan yang terbaik untuk melindungi kepentingan ekonomi mereka dan tidak menyisakan ruang bagi intervensi pihak luar. (RM)