Pezeshkian: Tak Ada Kekuatan Mampu Taklukkan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i188544-pezeshkian_tak_ada_kekuatan_mampu_taklukkan_iran
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran mengkritik perilaku bermuka dua dalam sistem internasional, dan menyatakan setiap tindakan militer terhadap negara lain bertentangan dengan prinsip-prinsip universal yang diakui, dan bertanya, "Atas kejahatan apa negara kami diserang?"
(last modified 2026-04-15T09:44:22+00:00 )
Apr 15, 2026 18:25 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran mengkritik perilaku bermuka dua dalam sistem internasional, dan menyatakan setiap tindakan militer terhadap negara lain bertentangan dengan prinsip-prinsip universal yang diakui, dan bertanya, "Atas kejahatan apa negara kami diserang?"

Melaporkan dari IRNA, Kantor Kepresidenan, Rabu, 15 April 2026, Masoud Pezeshkian dalam kunjungan inspeksi mendadak ke berbagai bagian Organisasi Darurat Provinsi Tehran, menyaksikan langsung proses pelayanan, tingkat kesiapan operasional, dan kapasitas khusus lembaga ini.

Dalam kunjungannya, seraya menerima laporan teknis dari Kepala Darurat Tehran dan komandan operasional, ia meninjau kinerja lembaga ini dalam memberikan bantuan kepada korban selama kondisi perang, dan mengapresiasi upaya tanpa henti para petugas penyelamat.

Presiden, merujuk pada kinerja cemerlang darurat medis di bidang evakuasi dan penyelamatan, terutama selama perang 40 hari Amerika dan rezim Zionis terhadap negara mereka, menggambarkan lembaga ini sebagai salah satu pilar utama manajemen krisis nasional dan penjamin kelangsungan layanan vital dalam situasi sulit.

Pezeshkian menyatakan bahwa investigasi lapangan menunjukkan tidak ada kekosongan yang dirasakan dalam proses pelayanan darurat medis selama perang, dan masyarakat tidak mengalami kekurangan dalam menerima layanan kegawatdaruratan medis. "Tingkat kesiapan, pengorbanan, dan kehadiran efektif ini adalah aset berharga bagi negara."

Presiden menegaskan bahwa keberlanjutan semangat ini di antara masyarakat, para manajer, dan pelayan publik akan memperkuat otoritas nasional. "Dalam kondisi seperti itu, tidak ada kekuatan yang mampu menaklukkan bangsa ini."

Pezeshkian, seraya mengkritik perilaku bermuka dua dalam sistem internasional, menyatakan setiap tindakan militer terhadap negara lain bertentangan dengan prinsip universal yang diakui. "Atas kejahatan apa negara kami diserang? Target terhadap warga sipil, elit, anak-anak, dan penghancuran pusat-pusat vital seperti sekolah dan rumah sakit, pembenaran apa yang dimilikinya dalam kerangka hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan?"

Presiden menekankan perlunya kohesi nasional. "Syukurlah, persatuan dan kohesi luar biasa dan tak tertandingi rakyat selama 40 hari perlawanan telah mengecewakan musuh dari tujuan jahat mereka."

Ia berharap semua pihak yang peduli pada negara, dengan memahami tanggung jawab historis mereka, bergerak di jalur penguatan persatuan dan dukungan terhadap kepentingan nasional.(sl)