Ancaman Militer; Biaya Besar yang Harus Dibayar Musuh Iran
-
Ketegangan antara Iran dan Amerika
Menjelang peringatan 40 tahun Revolusi Islam Iran, ancaman dan sanksi musuh mencapai puncaknya, tetapi satu-satunya ancaman yang tidak akan dilakukann adalah ancaman militer. Karena mereka harus mengeluarkan biaya besar dan mahal, sementara pada saat yang sama menghancurkan perang lunak mereka.
Komandan Sepah Pasdaran Republik Islam Iran (IRGC), Mayjen Mohammad Ali Jafari dalam sebuah pidatonya dihadapan para mahasiswa Basij di Tehran menekankan poin ini dan mengatakan, jika kemampuan Sepah Pasdaran sampai ke telinga presiden petualang, dia tidak akan pernah melakukan kesalahan-kesalahan fatal ini dan sampai pada satu keyakinan bahwa ancaman minyak dapat dijawab dengan mudah.
Pernyataan yang disampaikan Komandan Sepah Pasdaran Iran (IRGC) adalah jawaban jelas untuk kesalahpahaman Amerika yang beranggapan Iran terintimidasi oleh ancaman militer atau menyerah atas tekanan ekonomi Amerika Serikat.
Sesuai dengan analisis tidak akurat, Amerika Serikat berharap bahwa dengan menyebarkan kebohongan dan ancaman dapat mengubah konstelasi regional. Tetapi dalam konteks ini mereka menghadapi fakta yang tak terbantahkan. Fakta ini adalah otoritas dan peran Iran yang tak terbantahkan dalam menjaga keamanan kawasan.
Iran sekarang merupakan kekuatan penting dan menstabilkan di kawasan serta memainkan peran kunci dalam menjaga keamanan regional dan mengamankan Selat Hormuz sebagai jalur ekonomi penting. Dengan kata lain, Iran memiliki kekuatan dominan di Teluk Persia dan Selat Hormuz, tetapi dominasi ini berarti mengamankan keselamatan kapal-kapal di perairan vital dan ekonomi global.
Laksamana Habibullah Sayyari, Wakil Koordinator Militer Republik Islam Iran saat mengalisa masalah ini mengatakan, Iran telah berulang kali menyatakan bahwa kehadiran pihak-pihak asing bukan hanya tidak membantu terciptanya keamanan, bahkan justru membahayakan keamanan kawasan.
Tinjauan sejarah regional menunjukkan bahwa kehadiran Barat di Teluk Persia, dalam semua keadaan, selalu disertai dengan tujuan kolonial. Sejak kehadiran penjajah Inggris di kawasan dan kemudian dengan masuknya militer Amerika ke Asia Barat, Teluk Persia terus menerus mengalami konspirasi dan perselisihan regional dan mereka hanyalah membawa ketidakamanan di wilayah ini. Sementara keamanan hanya dapat disediakan oleh negara-negara kawasan.
Tidak ada keraguan bahwa pasukan pertahanan Iran memiliki kekuatan untuk menerapkan segala jenis taktik di kawasan dan akan menghadapi segala ancaman pada tingkat apa pun terhadap negara Iran dengan respon yang menghancurkan dan membuat musuh menyesal.
Hassan Rouhani, Presiden Republik Islam Iran pekan lalu menjawab ucapan mereka yang tidak mengizinkan Iran mengekspor minyaknya mengatakan, Presiden Amerika Serikat harus tahu bahwa Iran menjadi penjamin keamanan perairan regional sepanjang sejarah.
Jelas, memanfaatkan kepentingan dan prestasi mengamankan Teluk Persia, Selat Hormuz dan timurnya, utara Samudera Hindia dan Laut Oman tidak hanya dinikmati Iran, tapi juga mencakup semua negara.