Kembalinya Sanksi AS atas Iran, Terulangnya Skenario Gagal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60637-kembalinya_sanksi_as_atas_iran_terulangnya_skenario_gagal
Direktur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati mengatakan, pemerintah Iran sepenuhnya siap menghadapi berbagai sanksi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 06, 2018 11:46 Asia/Jakarta
  • Abdolnaser Hemmati
    Abdolnaser Hemmati

Direktur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati mengatakan, pemerintah Iran sepenuhnya siap menghadapi berbagai sanksi.

Direktur Bank Sentral Iran, Ahad (5/8) dalam wawancara khusus dengan televisi nasional negara itu menyinggung penerapan kembali sanksi ilegal Amerika Serikat terhadap Iran. Menurut keterangan Hemmati, mulai hari Selasa (7/8) paket kebijakan valuta asing Iran yang baru akan diimplementasikan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kondisi perekonomian dan cadangan devisa Iran dalam kondisi yang sangat baik, selain itu negara ini juga tidak punya masalah dalam hal penyediaan barang-barang kebutuhan pokok untuk masyarakat.

Tahap pertama kembalinya sanksi Amerika atas Iran dimulai hari Senin, 6 Agustus 2019. Sanksi- sanksi melumpuhkan sudah dirasakan sebelumnya, namun tetap tidak membuahkan hasil apapun sebaliknya justru memperkuat pondasi dalam negeri.

Berbeda dengan sebelumnya, sanksi-sanksi Amerika terhadap Iran kali ini mendapat penentangan serius dari dunia internasional. Dari satu sisi, Iran juga sudah mengambil sejumlah langkah yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan dampak sanksi Amerika.

Rakyat Iran mengetahui bahwa perilaku semena-mena Amerika yang ditentang dunia internasional ini lahir dari permusuhan mendalam Washington terhadap Iran dan merupakan asas kebijakan luar negeri pemerintah Amerika di setiap masa, bukan hanya di masa Presiden Donald Trump.

Salah seorang pengamat politik internasional, Dan Glazebrook mengatakan, alasan kegilaan Trump untuk menghancurkan Iran, sangat jelas. Eksistensi Iran sebagai sebuah negara independen dan mandiri, telah mengancam kontrol imperialisme atas kawasan, dan masalah ini di sisi lain juga telah melemahkan kekuatan militer Amerika dan meruntuhkan kedigdayaan dolar di dunia.

sanksi Iran

Perekonomian Iran hari ini, sebagaimana dibuktikan sejarah Revolusi Islam dalam menghadapi berbagai krisis, akan pulih meski mengalami sedikit koreksi dan sanksi Trump terhadap negara ini tidak akan membuahkan hasil sesuai dengan harapannya.

Iran, dalam rangka menghadapi sanksi Amerika sudah melakukan sejumlah persiapan. Termasuk di antaranya penghapusan mata uang dolar sebagai alat tukar resmi dan menerapkan sistem perdagangan bilateral dengan negara-negara besar semisal Cina dan Rusia.

Senjata-senjata Amerika, tidak seperti yang dibayangkan Gedung Putih, karena berbagai alasan, ternyata terbukti tidak efektif dan selalu melanggar ketentuan internasional.

Posisi regional dan internasional Iran yang strategis, sekarang telah menjadi tantangan tersendiri bagi Amerika. Iran memainkan peran kunci dalam pengembangan proyek-proyek besar seperti sabuk ekonomi, Jalur Sutra dan bersama Cina memainkan peran signifikan di sektor ini.

Iran juga menguasai serta memiliki akses ke sejumlah selat strategis dan perairan penting seperti Selat Hormuz dan Bab El Mandeb. Selain itu terbuka akses jalur darat dari dalam wilayah Iran ke perairan dan beberapa wilayah daratan di Asia Tengah.

Kenyataannya adalah, era arogansi dan langkah sepihak Amerika sejak lama sudah berakhir. Hubungan negara-negara dunia saat ini didasarkan pada prinsip kerja sama dua pihak berlandaskan aturan internasional dan penghormatan. Pemerintah Amerika akhirnya akan terpaksa untuk menerima realitas bahwa upaya-upayanya untuk membinasakan masyarakat internasional, pada saat yang sama merebut sumber kekayaan pihak lain, adalah kebijakan yang terbukti gagal dan akan semakin mengisolasi negara itu di arena internasional.

Pada 8 Mei 2018 Amerika keluar dari JCPOA dan berusaha agar dunia memusuhi Iran, sebaliknya apa yang diperoleh Amerika hanyalah isolasi dan ketidakpercayaan masyarakat dunia. Seiring berlalunya waktu, poin penting yang harus diperhatikan adalah kesepakatan nuklir Iran, dengan atau tanpa Amerika, akan membawa kerugian yang lebih besar bagi Amerika daripada kerugian yang mungkin ditimbulkan atas kesepakatan nuklir itu sendiri. (HS)