Sanksi, Ancaman dan Perundingan, Tiga Senjata AS Lawan Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i60668-sanksi_ancaman_dan_perundingan_tiga_senjata_as_lawan_iran
Sanksi, ancaman dan perundingan sekarang menjadi tiga opsi strategis Amerika Serikat dalam melawan Republik Islam Iran. Namun pertanyaannya adalah apakah opsi-opsi ini juga membawa pesan lain bagi Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 07, 2018 11:36 Asia/Jakarta
  • sanksi Iran
    sanksi Iran

Sanksi, ancaman dan perundingan sekarang menjadi tiga opsi strategis Amerika Serikat dalam melawan Republik Islam Iran. Namun pertanyaannya adalah apakah opsi-opsi ini juga membawa pesan lain bagi Iran.

Pertanyaan ini dalam beberapa hari terakhir merupakan topik perbincangan hangat di tengah para analis. Jelas, mengingat posisi khusus dan strategis di kawasan juga dunia, Iran selalu menjadi ancaman musuh dan dengan berbagai konspirasi, mereka berusaha menyerang Republik Islam Iran. Amerika pun selalu berada di balik setiap konspirasi-konspirasi berbau permusuhan ini.

Presiden Amerika, Donald Trump, pada hari Senin (6/8) mengeluarkan perintah pemberlakuan kembali sebagian sanksi ilegal negara itu atas Iran.

Trump kemudian mengumumkan, mulai hari Selasa, 7 Agustus 2018 sanksi-sanksi atas industri otomotif, emas dan mata uang riyal Iran akan diterapkan dan sanksi perbankan serta minyak diberlakukan mulai tanggal 5 November 2018.

Presiden Amerika mengira bisa menutup seluruh jalan bagi Iran dan sanksi-sanksi yang diterapkannya itu bertujuan untuk maksud yang sama.

Tujuan Amerika dari tiga opsi strategis, sanksi dan ancaman, dibarengi dengan usulan perundingan dengan Iran, memiliki kerumitan tersendiri. Akan tetapi yang pasti adalah munculnya berbagai permasalahan di arena internasional bagi Iran akibat sanksi dan langkah destruktif Amerika.

Akan tetapi Iran sampai detik terakhir tetap berdiri menghadapi sanksi dan di hadapan segala bentuk ancaman, dan negara ini justru mampu meningkatkan kekuatan pertahanan dan kemampuan pencegahan militernya.

Donald Trump

Ancaman terhadap Iran sudah ada sejak kemenangan Revolusi Islam Iran dan sekarang Amerika berusaha mengacaukan situasi dalam negeri Iran serta kawasan. Pejabat pemerintah Amerika terang-terangan menyatakan harapan dan mendukung terjadinya kekacauan dan kerusuhan di dalam negeri Iran. Mereka bahkan tak segan berbicara soal pergantian kekuasaan di Iran.

Beberapa statemen Presiden Iran dalam siaran televisinya menyinggung masalah ini. Hassan Rouhani mengatakan, kata-kata yang dikeluarkan Trump, jika tidak digunakan untuk kepentingan dalam negeri Amerika dan pemilu, pasti untuk melancarkan perang psikologis terhadap rakyat Iran.

Masalahnya, statemen Trump itu, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk perang psikologis melawan Iran, substansinya tetap sama dan bertujuan menyerang Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, Senin (6/8) malam mereaksi langkah ilegal Trump yang memberlakukan kembali sanksi atas Iran. Di Twitternya, Zarif menulis, Amerika ingin membuat dunia percaya bahwa ia peduli kepada rakyat Iran. Namun dengan diberlakukannya kembali sanksi dengan alasan yang tidak jelas, telah menyebabkan pembatalan penjualan 200 unit pesawat penumpang ke Iran, sehingga membahayakan keselamatan rakyat negara ini.

Pusat Studi Strategis Begin-Sadat yang berafiliasi dengan Zionis, dalam salah satu analisanya terkait usulan perundingan yang disampaikan Presiden Amerika kepada Iran menulis, usulan ini disampaikan dengan maksud untuk menciptakan perpecahan di dalam negeri Iran dan merupakan salah satu bagian dari program kerja John Bolton sebelum masuk Gedung Putih.

Sangat jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Amerika bukan hanya untuk menyerang rakyat dan kepentingan nasional Iran saja, tapi kepentingan seluruh masyarakat dunia. Meminjam istilah Menlu Iran, kemunafikan Amerika sama sekali tidak punya batas. (HS)