Iran Aktualita, 16 Maret 2019
https://parstoday.ir/id/news/iran-i68473-iran_aktualita_16_maret_2019
Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: pernyataan pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan anggota Dewan pakar Kepemimpinan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 16, 2019 13:31 Asia/Jakarta
  • Sambutan Presiden Irak terhadap kunjungan Presiden Iran.
    Sambutan Presiden Irak terhadap kunjungan Presiden Iran.

Dinamika Iran pekan lalu diwarnai sejumlah isu penting di antaranya: pernyataan pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam pertemuan dengan anggota Dewan pakar Kepemimpinan.

Selain itu, kunjungan resmi presiden Iran ke Irak, Iran mengecam serangan teror di Selandia Baru, Iran Desak OKI menggelar sidang darurat sebagai reaksi atas serangan teror terhadap masjid di Selandia Baru, dan Raisi dilantik sebagai ketua baru lembaga kehakiman Iran.

 

Rahbar Bertemu Anggota Dewan Ahli Kepemimpinan

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, dalam melawan serangan maksimal musuh kita juga harus mengerahkan secara maksimal potensi, kemampuan dan kekuatan sehingga dengan keyakinan mendalam rakyat serta pejabat pemerintah atas zikir Ilahi dan tawakal kepada-Nya, Allah Swt akan mewujudkan janji-janji benar-Nya untuk bangsa besar Iran.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Kamis (14/3/2019) dalam pertemuan dengan wakil-wakil rakyat terpilih di Majles-e Khobregan atau Dewan Pakar Kepemimpinan Iran menekankan pembentukan sebuah wacana dan pemahaman mendalam masyarakat terkait bentuk dan mekanisme perlawanan negara dan tokoh berpengaruh terhadap tantangan serta berbagai peristiwa.

Ayatullah Khamenei menambahkan, terkait urusan dalam negeri, musuh dan antek-anteknya berupaya keras untuk melemahkan posisi kita dan menguatkan kedudukannya, sehingga pada akhirnya mereka berusaha menampilkan seolah Iran memiliki masalah tak terselesaikan dan tidak ada jalan keluar apapun.

Rahbar menuturkan, kita harus menyadari posisi dan kedudukan kita di kawasan dan kenyataan bahwa musuh memperhitungkan Iran, dan orang-orang yang menyampaikan informasi keliru dan tidak tepat tentang Iran di kawasan, realitasnya sedang membantu musuh.

Ayatullah Khamenei menyinggung cara menghadapi Amerika Serikat dan Eropa, dan menerangkan, pengalaman Republik Islam Iran dalam menghadapi Amerika dan Eropa sangat banyak, akan tetapi pengalaman terbaru terkait JCPOA dan janji-janji yang harus ditepati Amerika, tapi malah dilanggarnya di hadapan semua orang dan pengalaman ini harus digunakan untuk menghadapi Amerika dan kubu musuh.

 

Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Presiden Irak, Barham Salih

Presiden Iran Kunjungi Irak

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani melakukan kunjungan resmi ke Irak selama tiga hari yang dimulai Senin pagi, 11 Maret 2019 yang disambut langsung sejawatnya dari Irak, Barham Salih.

Presiden Iran dalam lawatan ini bertemu dengan presiden dan perdana menteri, berziarah ke makam-makam suci Ahlul Bait as dan pertemuan bertemu dengan ulama terkemuka Irak Ayatullah Sayid Ali al-Sistani.

Presiden Iran mengatakan ada banyak landasan bersama untuk kerja sama antar kedua negara. Tehran memandang hubungan dengan tetangganya sebagai masalah terpenting dalam hubungan luar negerinya.

Menurut Rouhani, perluasan hubungan antara pelaku ekonomi kedua negara akan menguntungkan tidak hanya Iran dan Irak, tapi juga negara-negara di kawasan.

Kunjungan Presiden Iran ke Baghdad menghasilkan penandatanganan beberapa nota kesepakatan antara dua negara meliputi: kesepakatan tentang kereta api antara Khorramshahr dan Basrah, penciptaan dan pengembangan kota-kota industri, visa perjalanan antara kedua negara, masalah bea cukai dan kerja sama kesehatan dan medis.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi dalam pertemuan dengan Presiden Iran mengatakan Baghdad bertekad memperluas hubungan di segala bidang dengan Iran. Ditegaskannya, Irak mendukung partisipasi dan peran aktif pengusaha dan investor kedua negara.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Amerika Serikat tidak mampu menghentikan hubungan Iran dan Irak. Zarif dalam wawancaranya dengan televisi BBC Arab di Baghdad mengatakan, Iran tidak ingin bersaing dengan AS di Irak, tapi justru Amerika yang menekan bangsa Irak untuk memilih Tehran atau Washington.

"Iran menghendaki hubungan yang baik dengan Irak, karena kedua negara memiliki hubungan bersejarah dan geografis, dan bahkan perang delapan tahun yang dikobarkan Saddam Husein tidak mampu merusak hubungan historis, geografis dan persahabatan kedua negara," ujar Zarif.

 

Bahram Ghassemi

Iran Kecam Serangan Teror di Selandia Baru

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Bahram Qassemi menyebut aksi teror di Selandia Baru sebagai tindakan biadab dan menuntut pemerintah Selandia Baru menindak tegas pelaku serangan teror tersebut.

Menyusul serangan teror hari Jumat (15/3) terhadap jamaah shalat di dua masjid kota Christchurch, 49 orang tewas dan puluhan orang terluka.

Bahram Qassemi meminta pemerintah Selandia Baru secepatnya mengidentifikasi pelaku serangan ini dan menegakkan keadilan serta menindak tegas pelakunya tanpa pertimbangan apapun.

Jubir Kemenlu Iran menegaskan, segala bentuk aksi teror, di manapun saja tempatnya dan siapapun pelakunya serta dengan motif apapun harus dikecam oleh seluruh negara dan setiap pemerintahan tidak boleh membiarkan arus serta ideologi rasisme dan anti Islam mengancam keamanan dan ketenangan warga berbagai negara.

 

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif

Reaksi Teror Selandia Baru, Iran Desak OKI Gelar Sidang Darurat

Menteri Luar Negeri Iran, Jumat (15/3/2019) malam dalam pembicaraan telepon dengan sejawatnya dari Turki yang juga ketua periodik Organisasi Kerjasama Islam, OKI selain mengecam serangan teror di Selandia Baru juga mendesak reaksi negara-negara Muslim atas kejahatan mengerikan ini.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif dalam kontak telepon itu menuturkan, dengan memperhatikan serangan teror Selandia Baru dan serangan tentara rezim Zionis Israel ke masjid-masji di Palestina pendudukan, Tehran mengusulkan sidang darurat OKI di tingkat menlu.

 

Serangan teroris terhadap masjid di Selandia Baru

Teroris bersenjata pendukung supremasi kulit putih hari Jumat (15/3) menyerang dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru) dan membunuh 49 orang.

Juru bicara Kemenlu Iran, Jumat (15/3) menuntut pemerintah Selandia Baru untuk segera mengidentifikasi pelaku teror dan menindaknya dengan adil tanpa pandang bulu.

 

Hujatulislam Sayid Ebrahim Raisi 

Raisi Dilantik Sebagai Ketua Baru Lembaga Kehakiman Iran

Pelantikan ketua lembaga kehakiman Iran yang baru dilakukan hari Senin (11/3/2019) dihadiri oleh sejumlah pejabat kehakiman dan instansi pemerintah lainnya.

Kepala Kantor Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Hujatulislam Mohammad Mohammadi Golpayegani membacakan surat keputusan Rahbar yang mengangkat Hujatulislam Sayid Ebrahim Raisi sebagai ketua lembaga kehakiman baru Iran.

Hujatulislam Raisi pada kesempatan itu mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan ketua lembaga kehakiman Iran terdahulu, Hujatulislam Sadegh Amoli Larijani. Ia menuturkan, tidak ada seorangpun, pada jabatan apapun yang berhak melanggar hukum dan undang-undang.

Ketua Lembaga Kehakiman Iran yang baru menyinggung sanksi menindas Amerika Serikat terhadap Iran dan menuturkan, Lembaga Kehakiman Iran akan mendukung segala bentuk investasi dan kewirausahaan di negara ini.(PH)